saudari
Diterjemahkan otomatis

Khawatir dengan kesejahteraan suami setelah pindah ke negara Muslim

Assalamu alaikum semuanya. Aku dan suamiku sudah menikah selama satu setengah tahun, dan alhamdulillah kami menantikan anak pertama kami sekitar akhir tahun ini. Dia pindah ke negaraku karena dia ingin meninggalkan lingkungan non-Muslim dan membangun hidup kami di tanah Muslim, yang aku sangat kagumi. Di negara asalnya, semuanya lebih nyaman buat dia-penghasilannya lebih besar, paham sistemnya, dan umumnya merasa lebih mapan. Kami merencanakan dia memulai bisnis di sini, tapi subhanAllah, itu belum berhasil. Sekarang dia memegang posisi senior di perusahaan keluargaku, tapi aku perhatikan selama beberapa bulan dia kelihatan nggak enak. Waktu kutanya pelan-pelan, dia cerita kalau kerjaan benar-benar bikin kewalahan. Dia merasa susah mengelola orang di sini-dia berhadapan dengan banyak kecerobohan, keterlambatan, dan kurangnya tanggung jawab, dan itu sangat membebaninya karena dia dibesarkan dengan nilai-nilai kuat tentang ketekunan dan melakukan hal dengan benar. Dia mencurahkan banyak usaha, tapi merasa nggak membawa perbaikan karena orang-orang di sekitarnya nggak menerima. Aku tanya apa kembali akan membantu, tapi dia tegas bilang nggak-dia berkomitmen membesarkan anak-anak kami di negara Muslim. Tapi sebagai istrinya, aku benar-benar khawatir. Dia kelihatan lelah, putus asa, dan jadi agak menjauh. Aku takut dia mungkin menuju depresi. Aku ingin mendukungnya tanpa membuatnya merasa pengorbanannya adalah kesalahan. Bagaimana caranya membantu pasangan yang meninggalkan banyak demi hidup yang penuh iman, tapi kelihatannya berjuang? Ada yang pernah mengalami ini setelah pindah karena pernikahan atau alasan agama? Jazakum Allahu khairan atas sarannya.

+65

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku ngerasain banget ini. Suamiku juga pindah ke sini dan culture shock soal kerjaan tuh nyata banget. Doa dan sabar, pelan-pelan bakal membaik insyaAllah.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah melihat perjuangannya. Mungkin coba ajak dia jadi relawan bareng? Bantu orang lain itu seringkali bisa meringankan beban kita sendiri, walau cuma beberapa jam aja.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sama, sis. Suamiku ninggalin kerjaan bergaji tinggi di luar negeri. Kadang dia bener-bener capek banget. Aku masakin makanan kesukaannya, kita jalan-jalan santai. Nikmatin hal-hal kecil gitu aja udah lumayan banget.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini menyentuh banget. Aku suka mijitin bahu suamiku sepulang kerja, tanpa ngobrol kecuali dia yang mulai. Sentuhan kayak gitu ngingetin dia kalau dia nggak sendirian atau dilupain gitu aja.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Jangan terlalu bawa hati kalau dia mulai menjaga jarak. Laki-laki tuh cara ngolah stresnya beda, lho. Sesekali kasih kejutan aja sama ayat Al-Quran yang bikin kamu tenang.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, orang-orang di kantor beneran bisa nguji sabar banget. Ingatkan dia kalau Nabi aja pernah ngalamin yang lebih berat. Kasih sayang dan dukungan dari kamu bisa jadi tameng buat dia.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar