Aku Tidak Akan Membiarkan Mereka Cuci Otakku
Assalamu alaikum. Aku nggak sepenuhnya yakin apakah ini cocok di sini, tapi aku tahu betapa dalamnya hubungan Palestina dengan Islam. Kalau ternyata nggak pas, aku nggak keberatan kalau dihapus. Aku besar di Nazareth, di Palestina yang diduduki. Aku bukan Yahudi-aku Katolik, sama seperti keluargaku, meskipun kami juga punya beberapa kerabat Muslim. Dan aku berkulit cokelat. Karena aku cokelat dan Katolik, orang sering melihatku sebagai orang Palestina, dan itu membawa banyak diskriminasi ke arahku. Itulah kenapa aku bisa melihat jelas menembus cuci otak yang mereka paksakan pada kami sejak kecil. Israel benar-benar negara etno yang mengutamakan orang Yahudi Israel berkulit putih. Aku menolak dicuci otak. Kita nggak bisa memilih di mana kita lahir, tapi kita bisa memilih di sisi sejarah mana kita berdiri. Kamu harus gila untuk mendukung pemerintah Israel, bahkan kalau kamu orang Israel sendiri. Pohon zaitun itu asli dari tanah ini. 66% orang Yahudi Israel bilang mereka punya masalah pernapasan dari serbuk sari pohon zaitun, tapi cuma 14% orang Arab Palestina yang punya alergi ini. Timur Tengah itu panas. 68% orang Yahudi Israel melaporkan kena sengatan matahari setiap tahun, dan kanker kulit adalah salah satu penyebab kematian utama di sana. Orang Palestina bahkan nggak perlu tabir surya-penyebab kematian utama mereka bukan kanker kulit, tapi drone Israel. Kamu bisa bilang kamu asli dari suatu tanah sesuka hatimu, tapi ketika tubuhmu sendiri nggak bisa mengatasi iklimnya dan itu jadi pembunuh utama, sementara orang-orang yang kamu sebut "teroris berbahaya" nggak mati karena lingkungan tapi karena militermu… itu bicara banyak. Dan biar aku perjelas: 7 Oktober adalah tragedi yang memilukan. Aku benci Hamas. Begitu banyak nyawa tak berdosa yang hilang. Tapi pemerintah Israel benar-benar memanfaatkan tragedi itu sebagai alasan untuk membersihkan etnis Palestina. Betapa menjijikkannya sebuah pemerintah sampai menggunakan kematian orang-orang tercinta kita sebagai alasan untuk membuat orang Palestina meratapi orang-orang tercinta mereka sendiri? Memanfaatkan tragedi yang nggak akan pernah terjadi kalau mereka nggak memperlakukan warga Gaza seperti sampah tak manusiawi selama bertahun-tahun. Aku nggak yakin tanggapan seperti apa yang akan kudapat. Aku terbuka untuk bicara dengan siapa pun di sini tentang ini, dengan hormat dan hati terbuka.