Minta Bantuan Sambil Menjaga Imanku
Assalamu alaikum. Aku baru saja sesi lagi sama terapisku hari ini, dan aku cerita semua yang lagi terjadi di hidupku. Dia kasih kontak pekerja sosial dari daerahku dan bilang kalau aku merasa nggak sanggup, apalagi soal masalah keluarga, aku harus hubungi. Kami rencana mau bahas apa yang bisa kukatakan kalau aku memutuskan nelpon. Jujur, aku pengen nelpon dan pergi aja. Kalau aku nelpon, dinas kesejahteraan remaja mungkin ikut terlibat, dan dalam kasus terbaik atau terburuk, mereka bisa ambil alih hak asuh. Meskipun itu artinya aku mungkin nggak bisa ketemu adikku lagi, aku bakal lakuin kalau udah sampai titik itu. Yang bikin aku takut adalah tinggal di negara sekuler dengan latar belakang Kristen di mana perilaku orang tuaku dianggap nggak baik dan bisa berujung konsekuensi. Aku takut orang-orang bakal ngira Islam itu alasan di balik semuanya. Aku nggak mau ada yang nganggap orang tuaku maksa aku atau adikku pakai jilbab atau menjalankan Islam. Aku benar-benar nggak mau itu. Aku nggak mau Islam disalahkan atas masalah keluargaku atau memberi kesan buruk tentang agamaku. Aku bukan bilang aku nggak mau bantuan-aku beneran mau. Aku cuma takut kalau aku minta bantuan, orang-orang bakal salah paham dan ngaitin semuanya ke agamaku, yang sama sekali bukan mauku.