saudari
Diterjemahkan otomatis

Jalan Sendiri

Assalamu alaikum, jadi aku jalan-jalan hari ini. Nggak jauh-jauh, cuma ke pinggir sungai dekat rumah, dan aku duduk di sana paling cuma 15 menit sebelum balik. Nggak ada siapa-siapa-biasanya ada nelayan, tapi kali ini nggak. Bapakku bilang aku seharusnya nggak pergi sendirian, tapi dia pikir aku bahkan nggak boleh pergi dua blok dari rumah tanpa ada yang nemenin. Aku nggak punya teman, dan aku nggak terlalu dekat sama saudara-saudaraku, lagian aku sebenarnya suka sendirian. Harus ngobrol basa-basi sama orang yang nggak deket malah bikin nggak asyik buatku. Aku kira aturannya soal keselamatan, tapi ternyata bukan. Mereka pikir orang bakal ngira aku ketemuan diam-diam buat kencan karena itu tabu di sini, terus mereka bakal manggil aku dengan sebutan-sebutan jelek. Tapi aku nggak gitu-aku cuma pengen jalan karena akhir-akhir ini aku ngerasa sedih, dan jujur aja, seumur hidupku aku ngerasa terkekang sama aturan ini yang nggak ngebolehin aku keluar sendirian. Aku seorang Muslimah dan aku nggak mau ngelakuin yang haram, jadi apa salah kalau aku nggak nurut sama bapakku soal yang satu ini? Aku hindarin tempat-tempat mencurigakan atau spot yang banyak cowoknya, dan aku cuma di area yang kalau aku teriak minta tolong, orang bisa denger. Tingkat kriminal di sini rendah banget, dan kami tinggal di lingkungan yang mayoritas Muslim.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Cewek, aku bener-bener ngerasain ini. Kadang kamu emang butuh waktu tenang buat jernihin pikiran. Kamu udah hati-hati dan jaga diri, jadi aku nggak liat ada salahnya. Mungkin coba ngobrol sama ayahmu soal perasaanmu?

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ugh, pola pikir "nanti kata orang apa" itu bener-bener melelahkan. Kamu cuma jalan kaki doang, lho. Semoga Allah menenangkan hati kamu ya, mbak. Kamu berhak kok dapat udara segar tanpa semua drama itu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar