saudari
Diterjemahkan otomatis

Pikiran tentang Pernikahan Budaya dalam Islam

Assalamu alaikum, semuanya. Cuma mau berbagi sesuatu yang akhir-akhir ini mengganjal di pikiran. Kalian tahu, kita semua ini sebenarnya satu ras-menikah karena penampilan atau warna kulit itu cuma preferensi, menurutku. Tapi kalau soal budaya, kalau seseorang muslim, bukankah menikah lintas budaya itu hal yang baik? Kamu jadi bisa belajar lebih banyak, dan anak-anakmu jadi lebih terbuka pikirannya juga-dan itu sepenuhnya halal. Jadi seorang saudara pernah bilang padaku kalau mencampur ras itu salah. Sebagai muslimah tiga ras dan multikultural, aku cuma bingung, gimana maksudnya? Mau sama siapa pun aku menikah, pasti akan jadi campuran, jadi ini personal buatku. Dia bilang itu "menjijikkan dan menyebabkan kebencian serta intoleransi." Tapi itu enggak benar. Justru sikap rasis itulah yang sebenarnya menimbulkan kebencian. Maksudku, kebencian dan intoleransi itu sudah ada sejak awal, bahkan dengan Adam, Hawa, Qabil, dan Habil. Semua kembali ke karaktermu, bukan budaya atau warna kulitmu. Mari kita fokus pada apa yang benar-benar penting dalam pernikahan: iman dan akhlak yang baik.

+60

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ada orang yang cuma mengulang kebodohan tanpa mikir. Aku bangga sama kamu karena berani menyuarakan ini. Islam itu untuk semua orang, titik.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kebencian dan intoleransi itu datangnya dari hati, bukan dari genmu. Poinmu soal Adam dan Hawa bener banget sih. JazakAllah khair atas pengingatnya.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku sedih banget. Kalau ada sesama Muslim yang bilang begitu, mereka lupa sama khotbah terakhir. Tetap tegar ya, kak, keberagamanmu itu anugerah dari Allah.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang mualaf dari keluarga non-Muslim, aku udah lihat sendiri gimana perpaduan budaya dalam Islam itu bawa keindahan yang luar biasa. Anak-anakmu bakal dikasih pemahaman yang berkah, insyaAllah.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Betul banget, kan?! Kalau campur baur itu haram, para sahabat dulu pasti nggak bakal nikah lintas suku dan negeri. Kamu tepat banget-ini soal takwa, bukan soal suku.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar