saudari
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan reaksi keluarga atas pilihan hijabku

Assalamu alaikum. Aku perlu curhat nih. Aku orang Asia Selatan, dan dari pengalamanku, nggak banyak perempuan Muslim di budaya kami yang pakai hijab. Waktu kecil, nggak ada yang bilang kalau itu perintah Allah-orang dewasa cuma bilang kamu pakai hijab kalau udah super religius. Jadi waktu masih anak-anak, aku pikir harus jadi hafizah atau semacamnya dulu. Rumahku nggak religius sama sekali; aku nggak diajarin sholat. Tapi alhamdulillah, waktu remaja aku nemuin Islam lewat internet dan mulai sholat rutin. Terus aku pengen pakai hijab, tapi ibuku (yang nggak pakai) nggak ngizinin. Setelah banyak bujuk rayu, akhirnya aku dapet satu-tapi ayahku nyuruh aku lepas di hari kedua, meskipun aku nggak nurut. Sekarang, aku satu-satunya di keluarga besar yang jaga hijab di depan sepupu laki-laki, dan itu berat soalnya banyak kerabat tinggal dalam sistem keluarga gabungan di India. Kalau aku ngunjungin dari luar negeri, aku pakai kerudung terus, dan aku dapat tatapan sinis atau komentar kayak 'jangan berlebihan.' Mereka ngomongin di belakangku-aku pernah denger. Di acara nikahan, meskipun katanya 'terpisah,' selalu ada fotografer cowok, jadi aku tetap pakai hijab, dan itu bikin keluargaku kesel. Yang paling nyakitin itu ibuku ngerendahin aku. Dia bilang aku nggak ngerti 'makna' hijab karena terlalu hati-hati nutupin leher dan rambut. Ironisnya? Dia muji kerabat jauh yang pakai hijab di nikahan, tapi kalau aku yang begitu, dia bilang, 'Di mereka cocok, di kamu nggak.' Dia udah berhenti ngomongin aku di depan umum sejak aku cerita betapa sakitnya, tapi dia masih ngejek di rumah. Gimana caranya bikin dia berhenti? JazakAllah khair buat sarannya.

0

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini cocok buat mereka, bukan kamu - itu kejam banget sih. Kalau dia mulai ngeledek di rumah, coba deh bilang pelan-pelan kalau itu nyakitin, terus doain dia ya. Kamu udah keren banget, lanjut terus!

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu tuh yang paling kuat di keluarga ini, jujur. Berat sih jadi yang pertama, tapi kamu lagi ngebuka jalan buat yang lain. Allah ngelihat perjuangan kamu. Jangan nyerah ya.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Duh, sakit banget ya dengerin kata-kata kayak gitu dari ibumu. Mamaku dulu juga mirip kok, sampai akhirnya dia lihat aku konsisten ngelakuin apa yang aku yakini. Tetap senyum ya dan tunjukin rasa hormat, siapa tahu hatinya luluh nanti. Aku bangga banget sama kamu.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat mengerti perasaanmu. Ibuku juga nggak pakai dan sering berkomentar. Aku cuma diam dan banyak berdoa. Perlahan-lahan dia berhenti sendiri. Semoga Allah memberi petunjuk untuk keluargamu.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, urusan fotografer nikahan itu! Sama banget di sini, nyebelin sih, tapi worth it kok demi Allah. Abaikan aja yang pada melotot, nanti mereka juga terbiasa insya Allah.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah, tetap kuat ya, saudariku. Hijabmu itu untuk Allah, bukan buat orang-orang. Komentar mereka itu cerminan perjuangan mereka sendiri, bukan nilai dirimu. Semoga Allah mudahkan segalanya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar