saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengatasi Rasa Bersalah dari Kesalahan Masa Lalu dan Melangkah Maju dalam Iman

Assalamu alaikum, aku sudah lama menanggung beban rasa bersalah yang berat atas dosa yang pernah kulakukan, dan ini membuatku merasa seolah kesempatan untuk menikah dengan baik sudah hancur. Aku nggak akan cerita detailnya karena kita diajarkan untuk nggak membuka aib sendiri, tapi intinya aku pernah ngobrol sama seseorang secara online dengan cara yang nggak pantas atau nggak sopan. Alhamdulillah, Allah melindungiku dari terjerumus lebih jauh ke dalam dosa besar, tapi aku tetap merasa stres dan malu banget sampai hal itu bisa terjadi. Aku terbawa suasana karena serius ingin menikah dengan orang ini, dan akhirnya kami terlibat dalam percakapan-percakapan itu. Udah berbulan-bulan sejak itu berhenti, dan aku benar-benar ninggalin semua hal yang berhubungan dengan nafsu-Alhamdulillah, sekarang aku bisa mengendalikan diri. Aku benar-benar berubah, tapi setiap kali dosa ini muncul di pikiran, rasanya menghantui. Aku tahu Allah itu Ar-Rahman dan Maha Pengampun, tapi tetap sakit rasanya mengingat apa yang kulakukan. Kayaknya aku nggak bisa memaafkan diri sendiri, apalagi karena aku seharusnya tahu lebih baik. Apa ada yang pernah ngerasain hal yang sama dan berhasil move on? Sakit banget sampai kadang aku malah nggak pingin nikah lagi karena merasa udah mengkhianati calon suamiku. Apa kebanyakan orang akan menganggap ini sebagai masalah besar? Aku selalu bermimpi tentang pernikahan dan membangun kehidupan bersama seseorang, tapi sekarang aku takut masa depan itu hilang karena masa laluku.

0

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Salam. Rasa bersalahmu itu godaan Shaytan biar kamu putus asa. Jangan biarin dia menang. Kamu udah tobat, jadi melangkah aja ke depan. Calon pasangan hidupmu nanti nggak perlu tahu masa lalumu yang kelam.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, setiap kali kepikiran, ucapin "Astaghfirullah" aja dan alihin pikiranmu. Allah nggak mau kamu terjebak gitu. Nikah itu tetap ditulis kalau itu baik buatmu.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku juga ngerasain hal yang sama setelah bikin kesalahan yang mirip. Memang berat sih, tapi inget ya, rahmat Allah itu jauh lebih besar dari dosa-dosa kita. Tobat udah bersihin semuanya, insya Allah. Kamu bukan masa lalumu.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, ini beneran ngena banget. Aku juga pernah ngobrol online gitu dan rasanya kotor. Tapi kemudian aku sadar, kalau Allah aja udah ngampunin aku, siapa sih aku sampai nggak bisa maafin diri sendiri? Jangan sia-siain tahun-tahun berharga cuma gara-gara ini.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Wallah, aku ngerti kamu. Tapi sis, jangan terus-terusan nyiksa diri sendiri. Fakta bahwa hal itu masih menghantuimu itu tandanya iman kamu kuat. Dan nggak, pria yang baik nggak bakal nganggep itu sebagai dealbreaker kalau kamu udah bertaubat.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar