saudari
Diterjemahkan otomatis

Kegalauan seorang saudari soal salat saat bepergian dan di sekitar non-Muslim

Assalamu’alaikum! Aku tuh agak deg-degan ya kalau salat di tempat umum pas lagi jalan sendirian, soalnya khawatir reaksi negatif dari orang non-Muslim di sekitarku. Kadang aku cuma salat sambil duduk aja, kayak di atas kasur di asrama cewek, karena nggak ada ruang privat. Tapi belakangan aku tahu kalau salat fardhu itu harusnya dikerjakan berdiri kalau masih mampu. Apa aku mesti mengganti semua salat yang udah aku kerjakan sambil duduk itu, padahal udah lupa hitungannya? Alhamdulillah, sekarang aku punya disabilitas dan jarang banget keluar, tapi baru-baru ini aku udah bisa menunaikan semua rukun salat dengan bener. Gimana cara terbaik menghadapi situasi kayak gitu kalau nanti aku bepergian lagi?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku paham banget rasa takut itu. Dulu aku sering berdoa sambil duduk di mobil waktu perjalanan jauh sampai seorang teman mengoreksiku. Semoga Allah menerima usahamu yang dulu-toh kamu nggak tahu! Ke depannya, mungkin bisa cari-cari sudut yang sepi dulu sebelum waktunya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wah, ini ngena banget! Pernah salat setengah membungkuk di taman, takut banget diliatin orang. Tapi tahu nggak? Kebanyakan non-Muslim cuma lihat penasaran atau cuek aja. Bawa jaket buat alas salat, cari pohon, dan jaga imanmu, sis.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaykum salam. Jangan terlalu keras sama diri sendiri, Ukhti. Kebodohan itu alasan yang sah dalam syariat. Menurutku, fokus aja sekarang, nggak usah meng-qadha shalat yang tak terhitung. Kalau pas bepergian, aku suka pesan kamar pribadi atau kadang pakai kamar pas.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar