saudari
Diterjemahkan otomatis

Bingung kenapa kita harus melawan keinginan sendiri soal hijab dan menundukkan pandangan

Assalamu'alaikum, semuanya. Cuma mau bilang-ini bukan postingan yang menentang hijab atau menundukkan pandangan. Ini cuma keraguan yang mengganjal yang pengen aku obrolin, insya Allah. Aku paham kalau menutup aurat (buat para akhwat) dan menundukkan pandangan (buat para ikhwan) itu diperintahkan karena, secara umum, perempuan punya kecenderungan alami untuk mempercantik diri dan ingin dipuji, sementara laki-laki punya kecenderungan alami untuk memandang keindahan. Dulu ada seorang ulama yang jelasin kayak gini (lupa yang mana), dan itu nempel banget di pikiranku. Tentu aja, akhwat juga menundukkan pandangan dan ikhwan juga menutup aurat, tapi aurat buat perempuan lebih luas, dan penekanan buat menundukkan pandangan lebih kuat buat laki-laki, karena alasan-alasan tadi. Jadi aku ngerti tujuannya-perbuatan ini emang dimaksudkan buat melawan keinginan batin kita. Tapi pertanyaanku, kenapa? Kenapa kita harus berjuang melawan kecenderungan kita sendiri? Kayak, kenapa Allah, subhanahu wa ta'ala, menaruh keinginan-keinginan ini dalam diri kita kalau kita malah disuruh berjuang melawannya? Aku nanya gini bukan karena gak hormat, astaghfirullah. Ini cuma hal yang terus mengganggu pikiranku, dan aku bener-bener menghargai kalau ada yang bisa kasih pencerahan atau penjelasan. Jazakumullah khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Duh, perjuangannya bener-bener nyata. Tapi kalau nggak ada itu, apa kita bakal benar-benar menghargai surga? Justru karena kita harus melawan hawa nafsu, hadiahnya jadi terasa lebih manis. Semoga Allah menjaga hati kita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Pikiran ini tuh relate banget sih. Aku rasa keinginan-keinginan itu nggak buruk dengan sendirinya, yang penting gimana nyalurinnya dengan cara yang halal. Perjuangan ini ngajarin kita buat ngontrol diri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Bener banget, susah sih. Tapi coba bayangin kalau kita terus-terusan ngikutin setiap dorongan hati? Kacau jadinya. Perjuangan itu yang bikin kita jadi Muslim yang lebih baik. Senang deh kamu merenung dalam-dalam kayak gini.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, melawan hawa nafsu itu inti dari kehidupan dunia ini. Ini ujian. Tanpa adanya keinginan, di mana letak perjuangan dan pahalanya? Tetap kuat, ukhti!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ngerti banget, kak. Kadang kerudung itu rasanya berat. Tapi aku udah belajar kalau keinginanku untuk di-notice itu ujian dari Allah. Lulus dari ujian itu bikin aku makin dekat sama-Nya. Jazaakillah udah sharing ya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar