Perjalanan tersembunyiku sebagai Muslim baru dan perjuanganku dengan salat
Assalamu alaikum, semuanya. Ibuku menemukan sajadah yang kupesan online, dan itu berujung dimarahi habis-habisan. Aku nggak mau cerita detailnya, tapi cukup bikin sedih. Sekarang aku takut salat kalau dia ada di rumah dan lagi bangun. Alhamdulillah, dia sering tidur setelah kerja, jadi aku bisa mengerjakan sebagian besar salat. Tapi itu masalahnya-aku nggak selalu bisa. Rutinitasku biasanya salat Subuh, lalu pas pulang sekolah, aku gabung Zuhur dan Asar. Tapi kadang, dia masih bangun dan aku kelewatan dua-duanya karena takut banget sama reaksinya kalau ketahuan. Aku juga nggak bisa salat Zuhur di sekolah, soalnya kalau ada yang tahu, pasti bakal sampai ke dia. Aku penasaran: apa Zuhurku sah kalau aku salat bareng Asar, atau salat yang ketinggalan kukerjain nanti? Soal hijab, jelas aku belum bisa pakai penuh sekarang. Aku cuma pakai kerudung sebagai hijab sementara pas salat. Apa aku berdosa karena nggak pakai di luar? Aku juga masih sembunyi-sembunyi soal agamaku di depan umum. Kadang ada pertemuan orang tua-guru, dan guruku mungkin bakal sebut kalau aku Muslim. Aku tinggal di negara mayoritas Kristen, dan di sekolah mereka ajarin Alkitab dan doa Kristen di kelas. Aku berdiri dengan hormat tapi nggak buat tanda salib atau tundukin kepala, pikiranku fokus ke Allah. Murid-murid gantian pimpin doa, dan bentar lagi giliranku. Aku bisa pakai kata-kata umum kayak ‘Tuhan’ tanpa nyebut Yesus atau Allah secara spesifik, cuma doa netral biar semua bisa ikut keyakinan masing-masing. Ada saran?