Pertanyaan Tentang Adhan di Ruang Multi-Agama Kita
As-salamu alaykum saudara-saudari yang terhormat, saya memiliki sebuah pertanyaan kecil yangQuaternion saya pikirkan akhir-akhir ini. Saya bekerja di sebuah universitas di negara Barat di mana kita beruntung memiliki ruang doa multi agama. Meskipun sebagian besar digunakan oleh umat Muslim, itu adalah fasilitas yang hebat bagi kita untuk melakukan salat harian kita. Pertanyaan saya bukan tentang ruang itu sendiri, tapi lebih tentang suatu praktik yang saya perhatikan di antara beberapa saudara kita. Sebelum iqama, beberapa dari mereka membaca Adhan di dalam ruangan. Saya selalu memahami Adhan sebagai seruan untuk salat, mengundang orang untuk datang dan berdoa. Jadi, saya penasaran, apa tujuan membaca Adhan ketika semua orang di ruangan sudah ada di sana untuk berdoa? Saya tidak bermaksud kita harus mengumumkan seruan salat di universitas secara terbuka; kita harus menghormati hukum dan norma-norma negara tempat kita tinggal, sama seperti masjid-masjid di negara-negara Barat. Pertanyaan saya lebih tentang hubungan antara Adhan dan validitas salat. Apakah ada ketetapan bahwa salat tidak dianggap sah sampai Adhan telah dibaca? Saya sangat menghargai klarifikasi pada masalah ini. Jazakum Allahu khayran.