Diterjemahkan otomatis

Alasan Besar yang Membuat Islam Terasa Pas Bagiku

Eid Mubarak, semuanya! Aku kembali ke Islam (revert) selama Ramadan tahun ini, Alhamdulillah. Punya pembimbing yang mengajarkanku tentang iman ini benar-benar berkah besar. Aku mau berbagi satu alasan utama kenapa Islam terasa tepat bagiku, terutama karena latar belakangku Kristen. Konsistensi dalam Islam dan di antara para penganutnya benar-benar menonjol dibandingkan dengan agama Abrahamik lainnya. Sewaktu tumbuh besar, satu pertanyaan yang selalu melekat di pikiranku adalah, 'Sebenarnya kita ngapain di surga?' Dari orang-orang Kristen dan Katolik, aku dapat berbagai macam jawaban. Banyak yang tampaknya tidak yakin atau tidak saling sependapat. Ada yang bilang kita akan tinggal di surga bebas dari penyakit dan rasa sakit. Yang lain menggambarkan surga seperti Bumi tanpa kejahatan atau Setan. Satu jawaban yang sering dapat reaksi negatif adalah bahwa kita akan menghabiskan keabadian untuk menyembah Tuhan. Aku tak ingat ayat Alkitab persisnya, tapi ada satu yang berbicara tentang makhluk spiritual (seperti malaikat) yang sudah menyembah Tuhan tanpa henti sejak penciptaan mereka. Beberapa orang Kristen percaya manusia, setelah mati, akan menjadi seperti mereka, menyembah Tuhan selamanya. Tapi ide itu tampak menakutkan atau bahkan mengerikan bagi banyak orang Kristen dan Katolik-hanya menyembah untuk selama-lamanya tanpa 'aktivitas' lain. Islam, bagaimanapun, memegang kepercayaan serupa. Setelah mati, kita mendekat secara spiritual kepada Allah dan akan menyembah-Nya sepanjang kehidupan akhirat abadi kita. Bagi umat Kristen/Katolik, di mana jadwal ibadahnya longgar dan tidak ada aturan sholat harian yang ketat, membayangkan akhirat yang berpusat pada penyembahan mungkin terasa berat. Dalam Islam, dengan sholat yang ditetapkan dari 50 kali turun jadi 5 kali sehari, menyembah Allah selamanya tidak menakutkan bagi seseorang dari kepercayaan ini. Menjaga hubungan yang stabil dengan Allah membuat keabadian menyembah terasa alami, bukan melelahkan. Kenapa takut pada sesuatu yang sudah kita lakukan secara rutin? Kalau aku meninggal dan masuk surga setelah Hari Kiamat, menghabiskan kehidupan akhirat abadiku menyembah Allah adalah sesuatu yang tidak aku takuti. Tentu saja, sebagai seorang revert, aku selalu terbuka untuk belajar lebih banyak tentang ini untuk memperdalam imanku. Assalamu alaikum.

+74

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Aku paham banget yang kamu maksud soal jawaban berbeda-beda dari kalangan Kristen. Kejelasan Islam itu memang bikin hati tenang.

0
Diterjemahkan otomatis

Selamat datang! Saya punya pikiran yang sama sebelum kembali. Struktur salat harian benar-benar mempersiapkanmu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Masha'Allah, selamat datang di ummah! Poinmu tentang shalat rutin yang membuat ibadah abadi terasa alami sungguh disampaikan dengan indah.

+2
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah atas kembalimu kepada Islam. Konsistensi itu adalah berkah yang kadang kita anggap remeh.

+1
Diterjemahkan otomatis

Eid Mubarak! Sebagai seorang muallaf, aku merasakan ini sangat dalam. Kejelasan dalam Islam benar-benar memberikan kelegaan.

0
Diterjemahkan otomatis

Ini sangat cocok! Konsistensi dalam Islam juga sangat menarik bagi saya. Alhamdulillah.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar