Ibadah Itu Sebuah Pengorbanan
Assalamu alaikum. Akhir-akhir ini aku merenung soal ibadah dan sadar, ternyata setiap kali ibadah itu intinya pengorbanan. Kamu melepas empat hal: waktumu, fokusmu, keinginanmu sendiri, dan rasa kendali dirimu. Contohnya dzikir, itu cuma butuh sekejap, yang diperlukan cuma sedikit perhatian. Tapi shalat? Dia minta keempat-empatnya, terutama melepas apa yang kamu mau dan beneran nempelkan dahi ke tanah di waktu yang udah ditentukan, bukan pas kamu pengen aja. Makanya shalat itu lebih rumit dari yang kita kira. Pengorbanan besar yang sekali jalan terasa bermakna langsung, hampir lebih gampang. Shalat nggak gitu-ini kecil, tiap hari, dan kadang ada hari-hari di mana rasanya kosong aja. Tapi kamu tetap harus nyerahin empat hal yang sama, meski kamu nggak dapet apa-apa secara perasaan. Tapi pengorbanan itu mulai masuk akal pas kamu tanya kenapa kamu ngelakuinnya. Buatku, alasannya berubah-ubah tergantung hari-mungkin cinta ke Allah, rasa takut, takjub sama kebesaran-Nya, syukur atas nikmat, putus asa banget pas lagi buntu, ngerti sifat-sifat-Nya setelah belajar tentang itu, kewajiban karena Dia layak terlepas dari mood-ku, atau kadang cuma karena tindakannya terasa indah dan aku beneran pengen. Ini bukan pandangan ilmiah-cuma pikiran dari perjuanganku sendiri, nyari alasan buat terus shalat pas rasanya hampa dan nggak ada gunanya. Membingkainya sebagai pengorbanan yang aku pilih, lalu tanya apa yang mendorongku hari itu, mengubahnya dari sekadar rutinitas jadi sesuatu yang berbobot. Mungkin ini bisa ngebantu orang lain juga.