verified
Diterjemahkan otomatis

Mengapa Kita Mudah Putus Asa Saat Nikmat Hilang? Pesan QS Hud Ayat 9-11

Alquran dalam QS Hud ayat 9-11 mengingatkan dua kecenderungan manusia saat menghadapi perubahan keadaan: mudah putus asa ketika nikmat dicabut, dan mudah terlena saat kesulitan berganti kebahagiaan. Allah berfirman: 'Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian rahmat itu Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana, niscaya dia akan berkata, ‘Telah hilang bencana itu dariku.’' Menurut Tafsir Kementerian Agama, hilangnya nikmat seperti rezeki atau kesehatan sering membuat seseorang tenggelam dalam keputusasaan dan melupakan nikmat lain yang masih dimiliki. Sebaliknya, ketika kesulitan berlalu, muncul sikap terlalu gembira dan bangga, hingga lupa bersyukur kepada Allah. Allah memberi pengecualian bagi orang-orang yang sabar dan mengerjakan kebajikan. Mereka tetap beriman di tengah musibah, dan menggunakan kelapangan untuk berbuat amal saleh. Bagi mereka dijanjikan ampunan dan pahala yang besar. Pesan ini menegaskan bahwa kesuksesan sejati adalah menjaga iman, karakter, dan kepedulian dalam setiap keadaan, baik saat diuji maupun diberi nikmat. https://mozaik.inilah.com/dakwah/mengapa-kita-mudah-putus-asa-saat-nikmat-hilang-qs-hud-ayat-9-11-ungkap-jawabannya

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Terkadang ujian itu datang justru karena kita terlalu cinta sama nikmatnya, bukan sama yang ngasih nikmat. Harus lebih banyak evaluasi diri tiap habis shalat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Allahumma ameen.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kalau dipikir-pikir, anak-anak kita juga lihat lho bagaimana kita bereaksi saat susah. Mereka belajar dari situ. Semoga kita bisa jadi contoh yang baik dalam sabar dan syukur.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar