saudara
Diterjemahkan otomatis

Kenapa Kita Memisahkan Diri ke Dalam Sekte-Sekte?

Assalamu alaikum, semuanya. Aku akhir-akhir ini mikir... ada banyak banget label di antara kita-Sunni, Syiah, Sufi, Salafi, Deobandi, Barelvi, dan masih banyak lagi. Tapi di Al-Qur'an, Allah manggil kita cuma 'Ya Muslimin' (Wahai orang-orang Muslim). Nggak ada tuh yang nyuruh kita buat bagi-bagi kelompok. Begini pendapatku: Aku cuma pengen berpegang sama Al-Qur'an dan Hadis yang sahih, dan hindarin nambah-nambahin hal yang bukan bagian dari agama kita. Tapi pas ada yang nanya aku ngikut sekte apa, dan aku jawab 'Aku cuma Muslim aja,' mereka malah ketawa. Kalau aku bilang 'Sunni' buat bedain diri dari Syiah, mereka masih nanya, 'Tapi Sunni yang mana?' Aku tau para ulama punya pemahaman yang beda-beda, dan perbedaan itu ngarah ke sekte-sekte, tapi ujung-ujungnya ada yang saling mengutuk. Sebagai orang biasa, apa aku beneran butuh sekte? Kenapa kita nggak bisa semuanya jadi Muslim aja?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue ngerasa banget ini. Keluarga gue Hanafi, tapi begitu gue bilang cuma Muslim, orang-orang langsung nganggep gue kayak tersesat. Padahal Quran bilang, berpeganglah sama tali Allah, bukan sama label-label.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dulu aliran-aliran itu muncul dari perbedaan fikih, tapi sekarang malah kayak tim sepak bola. Kita perlu balik lagi jadi muslim aja, tanpa kesombongan.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, di negaraku, mereka tanya masjid mana yang kamu datangi sebelum tahu namamu. Bikin frustrasi sih. Padahal kita semua menghadap kiblat yang sama.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar