saudara
Diterjemahkan otomatis

Berpisah demi mendekatkan diri kepada Allah

Seperti judulnya, saya dan istri mengakhiri pernikahan kami setelah 3 tahun demi agamaku. Dia non-Muslim yang baru masuk Islam Ramadan ini dan tulus mencari petunjuk seperti saya. Selama bersama, kami terjerumus ke perbuatan haram, padahal saya tahu seriusnya, tapi saya biarkan terus. Saya kehilangan rezeki, nilai-nilai, dan ketenangan yang dulu Islam berikan. Dia bukan orang jahat, juga bukan yang menjauhkanku dari iman-semua salahku sendiri. Saya di usia pertengahan 20-an, nggak punya harta, cuma utang. Saya belajar dengan cara yang pahit dan harus terus minta ampunan Allah sambil berusaha memperbaiki kerusakan. Jujur, ini berat-dia sahabat terbaikku, kami nyambung tanpa usaha. Tapi ketidakcocokan dalam agama merusak apa yang seharusnya indah. Tetap saja, kami berdosa, dan Allah memberi jalan bagi kami untuk berpisah dengan begitu mudah. Tiap kali saya minta petunjuk, selalu ada obrolan yang berujung pada mengakhiri hubungan. Cuma orang bodoh seperti saya yang mengabaikan tanda-tanda demi kenikmatan. Saya prioritaskan kesenangan dan sekarang nggak punya apa-apa. Saya susah dapat kerja meski sudah lebih dari 500 lamaran, nggak ada hasil. Allah udah tutup satu pintu, dan aku bersyukur Dia masih memanggilku kembali meski dengan dosa-dosaku. Ini nggak akan mudah, tapi ada cahaya di ujung terowongan. Tolong doakan saya. Saya rindu Allah, dan salat hari ini terasa begitu menyembuhkan. Semoga kita semua bisa dapat kedamaian dan kebahagiaan yang layak atas kehendak Allah.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, aku salut sama kejujuranmu. Kebanyakan orang nggak bakal ngakuin kayak gini. Tetap pegang erat salat, itu penyelamatmu. Semuanya bakal membaik.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Hormat banget buat lo yang milih deen ketimbang hawa nafsu. Itu butuh keberanian beneran. Semoga Allah segera bukain pintu rezeki buat lo.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerti banget perasaanmu, akhi. Jangan nyalahin diri sendiri terus-Shaytan tuh pengennya kamu putus asa. Balik lagi ke Allah, Dia Maha Pengampun, Al-Ghafur. Perjuangannya emang berat, tapi rahmat-Nya juga nyata adanya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bang, lu udah ngelakuin hal yang paling berat. Semoga Allah terima pengorbanan lu dan gantiin dengan yang lebih baik dari yang hilang. Tetap kuat ya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar