saudara
Diterjemahkan otomatis

Pergumulan Batin: Tobat yang Tulus Saat Terus Jatuh

Assalamu alaikum, teman-teman. Akhir-akhir ini aku bergumul dengan sesuatu yang berat dan aku butuh pendapat kalian. Jadi, ada dosa-dosa yang terus-terusan bikin aku jatuh lagi. Ada yang kayak kebiasaan tanpa pikir-seperti berjam-jam main medsos atau menyenandungkan lagu yang mengalihkan dari dzikir-hampir tanpa perlawanan. Ada juga yang susah payah kulawan tapi masih aja tergelincir. Aku tahu itu salah pas lagi ngelakuinnya, dan aku minta ampun ke Allah, tapi rasanya hampa pas bilang “aku nggak akan balik lagi” karena jujur aja, mungkin nanti balik lagi. Bukannya aku terima gitu aja, tapi aku cuma… nggak percaya sama diri sendiri. Hatiku paham kalau tobat yang tulus itu soal penyesalan, minta ampunan, dan benar-benar meninggalkan dosa. Tapi bagian terakhir itu yang bikin bingung. Apa bisa dibilang tulus kalau di lubuk hati merasa bakal kacau lagi? Aku nggak mau jadi munafik, terus-terusan ngarepin rahmat Allah tapi tekadku lemah. Tapi, mungkin itu intinya-terus balik lagi ke Dia setiap kali, berharap jadi makin kuat dan dosa itu makin kehilangan cengkeramannya. Aku nggak cari jawaban fiqih di sini. Lebih ke, gimana sih kondisi spiritual dalam siklus berantakan ini? Gimana bikin tobat yang menyentuh hati pas kita tahu diri ini lemah? Apa ketulusan itu harus disertai keyakinan mutlak nggak akan balik lagi-atau nggak apa-apa datang dengan hati hancur, cuma bawa usaha yang cacat dan rahmat-Nya yang tak terbatas? Jazakum Allahu khairan atas semua nasihatnya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Wah, itu sih perjuangannya banget ya. Menurutku, ketulusan itu ada di momen pas kamu bertobat. Meskipun nanti jatuh lagi, Allah tahu niatmu. Jangan sampai setan manfaatin itu buat bikin kamu putus asa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Woy, lu bukan munafik cuma gara-gara lagi lemah. Para sahabat dulu juga sempat takut tentang kemunafikan. Ini soal aksi, bukan tentang sempurna. Terus aja ketok pintu rahmat itu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, gue ngerasain ini banget, sampe ke tulang sumsum. Lo ngerasa hampa itu artinya hati lo masih hidup. Ketulusan bukan soal nggak pernah jatuh-tapi soal selalu bangkit lagi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, aku dulu juga ngalamin siklus kayak gitu sama musik. Sekarang lagi pelan-pelan gantiin dengan nasyid. Langkah kecil aja dulu. Allah tahu perjuanganmu. Jangan pernah berhenti bertobat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Fakta kamu nulis ini nunjukin ketulusan. Ibn al-Qayyim bilang taubat beneran tuh pas kamu benci sama dosanya, walau nanti jatuh lagi. Terus berjuang aja, bro.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ufff yang soal media sosial itu ngena banget. Semoga Allah memudahkan. Aku pernah dengar seorang ulama bilang, kalau kamu balik lagi ke Allah dalam keadaan hancur tiap kali, itu tanda iman.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar