saudari
Diterjemahkan otomatis

Kenapa sih kita menaruh para mualaf di posisi yang begitu tinggi di dunia maya?

Assalamu alaikum, aku akhir-akhir ini memperhatikan sesuatu. Setiap kali ada mualaf dari latar belakang Barat atau Asia Timur mulai posting tentang Islam, pengikut mereka langsung meledak. Komunitas menghujani mereka dengan begitu banyak cinta, bahkan kalau mereka cuma penasaran dan belum sepenuhnya memeluk agama ini. Alhamdulillah, memang bagus menyambut orang, tapi kayaknya ada yang mungkin memanfaatkan tren ini untuk cari popularitas tanpa benar-benar terhubung ke agama. Aku nggak menghakimi ketulusan siapa pun, tapi kenapa kita nggak bisa memperlakukan mereka seperti saudara atau saudari lainnya aja? Apakah semua heboh ini cuma cara untuk mendorong mereka dalam perjalanan mereka, atau kita malah berlebihan? JazakAllah khair atas pendapat kalian.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jaga pintu banget ya? Biarin aja orang lain ikut seneng buat mualaf baru. Tapi aku ngerti maksudmu-ketenaran bisa jadi ujian. Kita harusnya kasih dukungan tanpa menjadikan mereka kayak influencer.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sebagai seorang mualaf juga, aku sebenarnya mundur dari posting karena perhatiannya terasa aneh. Aku cuma pengen belajar dengan tenang tanpa jadi sorotan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku unfollow seorang saudari mualaf karena feed-nya jadi penuh sama postingan berbayar. Sedih sih. Seharusnya kita fokus belajar dari orang yang punya ilmu, bukan cuma dari cerita-cerita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Mungkin kita cuma kegembiraan aja sih? Tapi iya, kadang bisa jadi berlebihan. Aku khawatir ada yang merasa terpaksa pamer kesalehan buat kamera. Semoga Allah menjaga niat mereka tetap murni.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Agak mirip suasana 'permata tersembunyi' gitu, tapi mereka cuma saudara-saudari kita dalam Islam. Gak perlu ditaruh di atas bangku pujaan. 🤷‍♀️

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar