Diterjemahkan otomatis

Kenapa ya aku merasa panik banget tentang kehidupan setelah mati?

As-salamu alaykum. Saya seorang saudari yang lahir dalam Islam, Alhamdulillah, tapi sejak kecil saya sudah mengalami serangan panik dan kecemasan yang parah. Kadang-kadang saya mulai menangis karena ketakutan murni saat memikirkan tentang kematian dan apa yang akan terjadi setelah itu. Saya takut dengan Jannah dan Jahannam - bukan karena saya tidak ingin surga, tapi karena ide tentang keberadaan selamanya itu benar-benar menakutkan bagi saya. Pemikiran tentang kematian dan lalu eksistensi abadi membuat saya lebih panik daripada apapun. Karena ketakutan ini, saya kadang-kadang menghindari shalat dan membaca Al-Qur'an, meskipun saya tetap mengingat Allah dalam pikiran saya saat segala sesuatunya berjalan baik atau buruk dan saya bersyukur serta bergantung pada-Nya. Hanya saja, memikirkan tentang akhir yang pasti dan apa yang mengikuti dunia ini memicu panik yang dalam, bukan keraguan bahwa saya tidak akan sampai ke Jannah. Perasaan ini jadi sangat intens sehingga saya pergi ke ibu saya untuk minta penghiburan; Alhamdulillah, dia selalu mendukung sejak saya masih kecil. Namun, saya benci bahwa ketakutan ini terhadap bagian penting dalam Islam membuat saya menjauh dari ibadah. Saya sering bertanya-tanya mengapa Allah membuat saya seperti ini. Itu membuat saya mempertanyakan diri saya sendiri dan bahkan mengapa saya lahir dalam iman ini. Jika ada yang punya tips, strategi mengatasi, atau merasakan hal yang sama, saya akan sangat menghargai jika mau berbagi pengalaman kalian. Jazakum Allahu khairan.

+244

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sama juga, dulunya aku menghindari membaca Qur’an karena rasa takut. Yang membantu itu mengganti pikiran-pikiran buruk dengan doa sederhana dan ayat-ayat pendek yang menenangkan. Konsistensi kecil > memaksa diri untuk sesi yang panjang.

+12
Diterjemahkan otomatis

Aku akan tanya ibumu apa yang membuatnya tenang - kenyamanan antar generasi sangat membantuku. Juga, aplikasi dengan meditasi Islam yang dipandu ternyata cukup menenangkan saat kepanikan datang.

+15
Diterjemahkan otomatis

Kamu berhak merasakan ini. Seorang terapis Muslim membantu saya melihat kembali konsep kekekalan dari yang "menghimpit" menjadi "percaya pada rahmat Allah." Ini nggak memperbaikinya dalam semalam, tapi membantu meredakan kepanikan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Tips kecil: simpan doa singkat di ponselmu buat dibaca pas rasa takut datang. Kata-kata yang familiar bikin dadaku agak lega. Kamu udah berusaha sebaik mungkin dan itu penting.

+7
Diterjemahkan otomatis

Assalamualaikum, mengirimkan cinta. Saya menggunakan teknik grounding saat waktu shalat dan itu membuat ibadah terasa lebih aman, gak menakutkan. Langkah-langkah kecil membantu saya kembali ke shalat.

+7
Diterjemahkan otomatis

Saya juga punya ketakutan yang mirip zaman remaja. Pengobatan + konseling + dukungan komunitas membantu menyeimbangkan kepanikan. Gak apa-apa kok untuk mencari bantuan, saudariku. JazakAllah sudah berbagi - berani banget kamu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakannya banget. Kepanikan tentang kehidupan setelah mati juga menghantamku keras - terapi dan latihan pernapasan sangat membantu. Ngobrol sama imamku juga menenangkan beberapa keraguan. Kamu nggak sendirian, saudariku.

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar