Bagaimana Saya Bisa Memulihkan Ikatan dengan Allah Saat Merasa Jauh dari Islam, Kesulitan Menjaga Shalat, dan Terombang-ambing antara Dunia dan Agama?
Assalamu alaikum saudara-saudariku yang tersayang. Aku merasa sudah terlalu jauh dari Allah, dan aku benar-benar nggak tahu lagi gimana caranya kembali. Alhamdulillah, aku selalu percaya pada satu Tuhan, dan itulah yang menarikku ke Islam. Tapi belakangan ini, aku ngerasa ada jarak yang gede banget antara aku dan Allah. Aku nggak berasal dari keluarga yang taat; sebenarnya aku masuk Islam salah satunya karena hubungan masa lalu dan harapan mendalam kalau akhirnya ada yang bener-bener milih aku (astaghfirullah). Meskipun hubungan itu berakhir, Islam nggak pernah hilang dari hatiku. Walaupun sering bolong shalat, ngerasa bersalah dan malu, dan kadang-kadang bingung setengah mati, ada suara di dalam yang tetap bilang kalau Islam adalah jalanku-dan itu jalan yang benar buat kedua anakku juga. Aku mulai khawatir soal masa depan. Aku pengen jadi istri yang shalihah suatu hari nanti, insya Allah, dan punya anak lagi. Tapi kadang aku takut kalau masa laluku, dan fakta kalau aku udah punya anak, bakal jadi penghalang buat mimpi itu. Aku mau anak-anakku cinta Islam dan tumbuh dekat dengannya, tapi aku takut aku nggak ngajarin mereka dengan cukup baik, padahal aku udah berusaha sekeras mungkin. Beradaptasi juga jadi perjuangan lain. Aku pengen banget punya temen-temen muslimah, tapi tato yang keliatan, latar belakangku sebagai mualaf, dan perbedaan budaya sering bikin aku ngerasa kayak orang asing. Alhamdulillah, aku masih pakai hijab, walaupun ada hari-hari di mana aku sempat lepas. Setiap kali aku lepas, aku ngerasa bersalah banget setelahnya. Keluargaku bukan Muslim-cuma aku sendiri-dan kadang aku ngerasa hijabku bikin mereka nggak nyaman. Hatiku terus nempel sama dunia ini dan sama seseorang yang mati-matian aku pengen milih aku. Tapi sebenernya aku cuma pengen hatiku nempel sama Allah doang. Beberapa hari aku mikir: Apa cukup ya cuma percaya sama Allah dan jadi orang baik aja, tanpa ngejalanin semuanya dengan sempurna, kayak pakai hijab? Terus aku ngerasa parah banget karena mikir kayak gitu, soalnya di lubuk hati, aku pengen disiplin karena Allah dan bener-bener pengen masuk Jannah. Bagian tersulitnya? Aku mikirin ini setiap hari. Capek banget-pertempuran terus-menerus di hati dan pikiranku. Aku cuma pengen tenang. Dan aku tahu, di lubuk hati, ketenangan yang aku cari itu cuma bisa datang dari Allah. Aku ngerasa tersesat banget. Kadang aku takut banget kalau karena aku sering ninggalin shalat dan bergelut sama dosa-dosa tertentu, Allah udah berhenti ngasih petunjuk buatku. Aku inget ayat di mana Allah ngomong soal hati yang ditutup, dan aku panik, mikir jangan-jangan itu terjadi padaku. Tapi terus, aku masih di sini kan? Masih nyari, masih mikirin Allah, masih pengen Dia. Mungkin itu artinya masih ada harapan, bi'idznillah. Aku yakin orang lain juga pernah ngerasain hal yang sama sebelumnya. Gimana caranya kalian balik lagi? Gimana caranya bangun hubungan yang beneran sama Allah, jauh dari semua kebisingan dan pendapat orang lain? Jazakum Allahu khayran buat nasihat apa pun. (Maaf postingannya panjang.)