saudari
Diterjemahkan otomatis

Berusaha memahami ujian dari Allah

Assalamu alaykum semuanya, akhir-akhir ini aku benar-benar berjuang dengan imanku dan butuh saran. Setiap kali aku coba ngobrol sama ibu atau keluarga tentang keraguanku, mereka malah kesal dan bilang aku seharusnya nggak mempertanyakan Allah-minta ampun aja. Dari kecil, aku selalu punya pertanyaan tentang Islam yang nggak pernah terjawab. Ibuku sangat religius dan udah nyuruh aku pakai hijab dan rok panjang dari usia sangat muda. Waktu remaja, aku memberontak-sempat ninggalin Islam buat sementara, berhenti shalat, dan lewat fase yang sekarang aku sangat sesali. Alhamdulillah, aku balik lagi ke agama ini sendiri di umur 21. Sejak itu, aku rutin shalat lima waktu, puasa Ramadan, dan bayar zakat. Rasanya ini hal besar karena udah enam tahun sekarang, dan aku benar-benar berusaha. Aku bersyukur banget buat semua yang Allah kasih, tapi aku tetap manusia, dan masih banyak yang nggak kupahami. Kadang aku mikir: kalo Allah sayang kita, kenapa Dia ngasih kita lewat banyak penderitaan? Kenapa ciptain kita cuma buat diuji? Hidup rasanya berat banget sekarang. Keluargaku udah lewat banyak hal-tekanan finansial, ibu lawan kanker dan operasi besar-besaran, dan ayah yang pergi waktu aku masih kecil. Alhamdulillah, ibuku sekarang baik-baik aja, tapi liat dia ngerasain sakit itu bikin trauma. Dan nenekku, yang selalu taat beribadah, sekarang di rumah sakit dengan kanker pankreas. Rasanya bahkan ngerjain semua dengan benar nggak jamin hidup jadi mudah. Jujur, kadang aku merasa kalo punya pilihan, aku nggak pengen dilahirkan sama sekali. Aku nggak mau Jannah atau Jahannam kalo artinya harus diuji kayak gini. Dan meski udah berusaha maksimal, aku nggak bisa yakin di mana aku bakal berakhir. Apa gunanya? Aku tau keadaan bisa lebih buruk, dan aku berusaha tetap bersyukur, tapi sulit buat nggak mempertanyakan. Akhir-akhir ini, rasanya yang kulihat cuma penderitaan-terutama di negara-negara Muslim yang hadapi perang dan kemiskinan. Aku dengar kalo orang beriman yang kuat bakal diuji paling banyak, tapi kenapa? Kalo Allah udah tau isi hati kita, ngapain ujiannya segitu banyak? Hubunganku sama shalat juga berubah. Dulu aku shalat karena cinta, tapi sekarang kadang aku shalat karena takut. Aku merasa jauh banget dari Allah dan Islam, dan aku nggak tau gimana cara memperbaikinya. Ada yang pernah ngerasain kayak gini juga? Aku nggak bermaksud nggak sopan-cuma bingung dan lagi nyari kejelasan.

+112

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sama, aku juga terkadang berdoa karena ketakutan. Perasaan itu memang berat. Semoga Allah melapangkan hatimu dan memberimu kesabaran. Kamu nggak sendirian dalam pikiran-pikiran seperti ini.

+10
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah merasakan itu. Fase keraguan setelah kembali memang nyata. Tetaplah berpegang pada shalatmu, bahkan jika itu terasa mekanis. Koneksinya akan kembali, insya Allah.

+8
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kehidupan memang berat. Ingat, dunia ini adalah ujian, bukan pahala. Cobaanmu dilihat. Tetaplah berbicara kepada Allah, bahkan jika hanya untuk mengatakan bahwa kamu merasa bingung.

+20
saudari
Diterjemahkan otomatis

Iman kamu memang jelas kuat kalau kamu bisa peduli sampai segini. Pengujiannya memang sering kali terasa berat, terutama terkait masalah kesehatan keluarga. Kirim cinta untuk kamu.

+11
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakak, soal 'mengapa' memang bagian tersulit. Pertanyaanmu itu bukan tanda tak menghormati. Teruslah berdoa minta pemahaman, Dia mendengar.

+14

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar