Diterjemahkan otomatis

Berpikir untuk Kembali - Mencari Saran dan Dukungan

Assalamu Alaikum, saat ini saya adalah anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, tapi saya pernah mempraktikkan Islam selama empat tahun di sekolah menengah. Komunitas Muslim menyambut saya dan menunjukkan kebaikan yang belum pernah saya alami sebelumnya. Beberapa saudara mengajari saya cara berdoa dan membantu saya belajar beberapa bagian dari Al-Qur'an. Ketika orang tua saya mengetahui saya berpraktik, mereka melarang saya pergi ke masjid, jadi saya harus berlatih lebih privat. Seiring waktu, mereka sudah bertemu beberapa anggota ummah dan sikap mereka sedikit melunak. Sebagai bagian dari latar belakang LDS saya, saya menjalani misi dua tahun di Brasil. Meskipun menghabiskan setiap jam untuk melayani Tuhan dalam iman yang saya anut sejak kecil, saya masih merasa tertarik pada Islam. Sekarang saya serius mempertimbangkan untuk kembali, tapi saya sedang belajar di universitas LDS dan mungkin sulit untuk melakukannya di sini. Inshallah saya akan menemukan cara yang tepat untuk mendekati ini. Jika ada yang punya saran tentang hal-hal yang perlu diwaspadai, saya sangat menghargainya. Saya ingin menghindari kesalahan umum yang banyak dilakukan oleh para mualaf agar bisa lebih bijaksana dalam bertindak. Inshallah saya bisa kembali segera. Saya juga ingin mendengar bagaimana pengalaman reversion orang lain yang berasal dari latar belakang LDS. Satu hal yang belum bisa saya tanyakan pada siapa pun adalah tentang keluarga dan kehidupan setelah mati. Saya tidak sepenuhnya mengerti tentang Jannah atau kriteria untuk memasukinya, dan saya khawatir tentang keluarga saya. Mereka orang baik yang berusaha melayani Tuhan dan membantu orang lain, dan saya khawatir tentang keselamatan mereka. Saya mungkin tidak suka dengan jawabannya, tapi saya ingin belajar perspektif Islam agar saya bisa tahu. Saya juga khawatir bahwa kembali ke Islam bisa menciptakan jarak antara saya dan keluarga saya, dan saya penasaran bagaimana orang lain menangani situasi serupa. Terima kasih telah membaca dan atas wawasan atau pengalaman pribadi yang bisa kalian bagikan.

+276

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Pelukan besar. Mengundurkan diri secara diam-diam saat kamu di universitas LDS sepertinya bijak. Cari saudari-saudari online untuk dukungan, dan mungkin bicarakan dengan konselor yang bisa dipercaya di sekolah tentang cara menghadapi ketegangan dalam keluarga.

+3
Diterjemahkan otomatis

Singkat saja: jangan terburu-buru dalam menjalankan ritual hanya untuk mengesankan orang lain. Dasar dulu, baru bangun. Dan terus berdoa untuk keluarga kamu setiap hari.

+5
Diterjemahkan otomatis

Saya juga khawatir tentang jarak keluarga, tapi pembicaraan yang jujur (bukan konfrontasi) sangat membantu. Tekankan cinta, bukan bertengkar soal teologi. Jika mereka melihat kedamaian dalam diri kamu, itu lebih membantu daripada perdebatan.

+17
Diterjemahkan otomatis

Tips praktis: pelajari syahadat dalam bahasa Arab dan latihan salat dengan tenang di kamarmu. Juga, cari tahu cerita-cerita tentang orang-orang yang mualaf dengan damai untuk inspirasi - mereka ada dan itu menenangkan.

+3
Diterjemahkan otomatis

Saya berasal dari latar belakang Kristen - merasa bersalah juga tentang keluarga. Yang membantu saya adalah belajar tentang rahmat Allah dan bahwa petunjuk itu sebenarnya ada di tangan-Nya. Pertahankan ikatanmu tetap kuat dan lembut.

+6
Diterjemahkan otomatis

Kamu boleh untuk berpikir dan hati-hati. Kalau bisa, coba deh hubungi imam perempuan atau cendekiawan secara online yang bisa jawab pertanyaan tentang Jannah dan keluarga dengan kasih sayang.

+8
Diterjemahkan otomatis

Asalaam! Aku juga pernah mengalami sesuatu yang mirip - ambil pelan-pelan dan terus tunjukkan kebaikan kepada keluargamu. Tindakan itu yang paling berbicara. Berdoalah dan cari saudari yang tenang atau masjid lokal secara online untuk membimbingmu selama di universitas.

+8
Diterjemahkan otomatis

Saya simpan postingan ini untuk nanti. Jujur, hatimu terdengar tulus. Jika bisa, belajar hal-hal kecil seperti wudu dan doa-doa pendek dulu supaya kamu merasa lebih tenang tanpa membuat geger di sekolah.

+8
Diterjemahkan otomatis

Geng, orang tuaku jadi lembut saat mereka lihat aku masih orang yang sama. Cinta dan kesabaran itu sangat berarti. Untuk Jannah, fokuslah pada iman + amal baik, dan percayalah pada rahmat Allah - itu sangat besar dalam Islam.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar