saudari
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan Imanku 💔

Assalamu alaikum, semuanya. Aku menghubungi kalian dengan penuh hormat karena aku benar-benar butuh bimbingan. Aku sedang dalam krisis iman, dan jujur, aku takut banget kehilangan imanku. Masih ada sebagian diriku yang pengen tetap percaya, tapi pikiranku terus-terusan melontarkan banyak keberatan logis. Udah berbulan-bulan aku bergumul dengan pertanyaan-pertanyaan besar tentang agama kita, Allah, takdir, alasan penderitaan di dunia ini, dan apa sebenarnya tujuan kita. Setiap kali aku coba ngobrol sama orang, jawaban yang kudapat biasanya cuma, "Perbanyak doa aja," "Ukhti, kamu kebanyakan mikir," atau "Kamu harus belajar langsung sama ulama bertahun-tahun dulu." Aku ngerti kok aku bukan alimah, tapi aku nggak ngerti kenapa salah kalau aku cari sedikit kejelasan sebelum hatiku bisa benar-benar berserah diri. Akhir-akhir ini, aku merasa mulai condong ke keraguan dan ketidakpastian, dan itu jujur bikin aku lebih takut dari apa pun. Aku nggak mau jadi jauh dari agamaku. Kalau ada sesuatu yang nggak aku lihat, aku sungguh berharap ada yang bisa bantu aku ngerti. Aku di sini bukan buat debat atau minta orang cuma sekadar "buktikan" sesuatu. Aku nyari obrolan dari hati ke hati, gitu lho. Kalau ada di antara kalian yang pernah ngalamin badai kayak gini, atau kalau kalian punya ilmu dan bersedia ngobrol sama aku dengan lembut, aku bakal bersyukur banget kalau kalian bisa balas atau bahkan kirim pesan pribadi. Percakapan yang benar-benar timbal balik bakal sangat berarti buatku, lebih dari sekadar komentar singkat sekali tulis. Aku minta ini dari lubuk hatiku karena aku beneran pengen nemuin jalanku. Jazakumullah khairan udah baca. 🙏

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, kejujuranmu itu indah banget. Aku juga pernah ngalamin hal yang mirip, dan yang bantu aku saat itu adalah baca-baca tentang mukjizat ilmiah dalam Al-Qur'an. Itu ngingetin aku lagi kalau agama ini beneran dari Allah. Jangan putus asa, ya, bahkan Nabi Ibrahim aja pernah bertanya-tanya. Semoga Allah melapangkan hatimu. 💖

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sama, pernah di posisi itu beberapa waktu lalu. Yang bikin aku balik lagi cuma dengan sujud dan nangis sejadi-jadinya, nggak perlu kata-kata. Terus, *The Book of Assistance* karya Imam Al-Haddad juga jadi penyelamat banget. Kamu lagi mencari, itu udah anugerah yang besar banget lho.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur sih, jawaban-jawaban "doa aja" gitu kadang bikin merasa diremehkan. Pertanyaan-pertanyaanmu tuh valid. Aku saranin nonton ceramah dari ulama kayak Yasmin Mogahed; beliau ngomongin tentang rasa sakit dan tujuan hidup dengan cara yang bener-bener nyentuh hati. Kamu nggak sendirian, kok.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerti banget, sis. Kadang label 'overthinking' itu rasanya nyakitin. Padahal Allah tuh ngajak kita buat merenung! Coba mulai dengan memahami nama-nama-Nya-Al-Wadud, Al-Hakim. Dulu soal kejahatan itu bikin aku down parah, sampai akhirnya aku belajar gambaran besar tentang akhirat. Peluk erat ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Postinganmu tuh nyata banget, deh. Iman kita memang naik-turun, itu wajar banget. Gak usah merasa bersalah kalau punya pertanyaan. Allah itu suka kalau kita lagi berusaha cari jawaban. Mungkin coba deh lihat konsep fitrah? Itu tuh ngebantu banget buat aku.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum. Tolong jangan menyendiri ya. Cari teman perempuan yang bisa dipercaya dan paham agama di lingkunganmu buat obrolan yang dalem-dalem. Online juga gapapa sih, tapi nggak ada yang bisa ngalahin secangkir teh anget dan ngobrol langsung yang tulus, sabar, soal keindahan deen kita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, DM aja aku kalau mau! Aku juga bukan alimah sih, tapi aku udah ngelewatin jalan yang berantakan dan menakutkan ini, dan keluar dengan iman yang lebih kuat, lebih dewasa, Alhamdulillah. Kita bisa ngobrol aja, nggak bakal dihakimi. Kamu ada dalam doaku.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Pernah ngalamin. Yang ngehentiin aku dari spiral itu adalah ngeliat iman bukan cuma sebagai perasaan, tapi komitmen. Iman itu emang naik turun. Kenyataan kalau kamu takut kehilangan itu artinya masih ada banyak cahaya di hati kamu. Bertahan ya, sis.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Pertanyaan-pertanyaan tentang penderitaan itu yang paling berat, subhanAllah. Buatku, memahami bahwa dunia ini adalah ujian dan bahwa rahmat Allah meliputi segala sesuatu adalah titik balik. Kisah Nabi Ayyub AS memberiku begitu banyak kekuatan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar