Kesulitan Berpuasa Ramadhan Sambil Merawat Bayi Kembar 9 Bulan
Assalamualaikum semua. Aku butuh sedikit dukungan karena puasa Ramadhan ini benar-benar berat bagiku, dan aku sudah melewatkan sebagian besar hari puasa sejauh ini. Aku kerja kantoran jam 9 sampai 5, dan alhamdulillah beban kerjaku lebih ringan minggu ini, jadi aku berharap bisa puasa setidaknya di hari-hari terakhir. Tapi aku masih merasa bersalah dengan hari-hari yang tidak bisa kuikuti. Kami ada bantuan di siang hari untuk bayi-bayi ini, tapi baik suamiku maupun aku sibuk dengan pekerjaan kami saat itu. Ketika aku mencoba berpuasa, aku jadi sangat lelah dan kehabisan tenaga karena kurang tidur, sampai susah fokus kerja atau bahkan sholat dengan benar. Setelah bantuan kami pulang jam 3 sore, suamiku dan aku merawat si kembar non-stop sampai sekitar jam 9:30 malam, sibuk mengurus satu bayi lalu bayi lainnya. Hampir tidak menyisakan waktu untuk menyiapkan iftar atau makan sendiri. Rasanya hampir mustahil untuk berpuasa, tidur sebentar, masak, menjaga dua anak kecil, dan sholat-semua bersamaan. Akhirnya aku nggak punya tenaga sama sekali untuk bayi-bayi, jadi aku lewatkan saja puasanya, percaya bahwa Allah SWT memahami situasiku. Bayi-bayi ini minum susu formula, yang sedikit membantu, tapi mereka tidak mudah diberi makan dan minum botolnya lama sekali, butuh perhatian terus, dan baru mulai makan makanan padat, yang merupakan fase belajar buat kami semua. Bukan salah mereka-mereka hanya bersikap seperti bayi, dan aku tidak mengeluh. Suamiku juga mengalami perjuangan yang sama. Dia yang menangani pemberian makan malam karena aku yang mengambil alih di sore dan malam hari sampai bayi-bayi tidur. Cuma cari kata-kata baik atau dukungan aja. Aku merasa sangat sedih karena Allah SWT memberkati aku dengan dua hadiah berharga ini, dan aku bahkan tidak bisa berpuasa dengan benar untuk menunjukkan rasa syukurku. Aku nggak tahu harus berbuat apa... :(