saudari
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan iman sebagai muslimah – ada yang pernah ngerasa gini juga?

Assalamu'alaikum. Aku bahkan nggak tahu harus mulai dari mana. Dulu aku tuh yakin banget sama keimananku ke Allah, tapi sekarang... aku nggak yakin bisa nyebut diriku muslim lagi. Aku masih sholat lima waktu, kebanyakan tepat waktu, alhamdulillah. Gerakan fisiknya bukan masalah. Tapi di dalam, hatiku kerasa kosong. Aku nggak ngerasain kehadiran Allah kayak dulu. Dulu pernah aku males sholat dan hampir nyerah, tapi keluargaku dorong terus, dan ibuku bilang kalau aku menjauh dari Islam bikin dia depresi. Jadi aku mulai sholat lagi, dan awalnya kerasa oke. Tapi sekarang, rasanya cuma gerak doang. Banyak banget pertanyaan yang belum terjawab numpuk. Aku nemu konten online yang bener-bener ngeguncang keyakinanku, dan jujur, beberapa hadis tentang perempuan kayak ngerusak sesuatu di dalam diriku. Aku tahu Islam ngomongin keadilan, tapi kalau lihat sebagian ikhwan ngerendahin perempuan jadi cuma soal ketaatan, itu nyesek. Aku masih pakai jilbab itu bukan pergumulanku. Pergumulanku lebih dalam: apa aku masih percaya? Ada nggak ukhti yang pernah ngalamin ini? Gimana caranya balik lagi?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Pernah ke sana. Proses baliknya lambat banget. Aku berhenti maksa diri buat ngerasain sesuatu, dan cuma fokus ke doa-doa kecil dari hati. Lama-lama, manisnya balik lagi. Jangan sampai setan bikin kamu mikir cuma kamu doang yang ngalamin.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, beberapa diskusi hadis di dunia maya bikin aku marah banget. Tapi aku sadar, aku malah membiarkan orang-orang mengaburkan pemahaman agamaku. Islam itu antara kamu dan Allah, bukan sama akhi-akhi random di internet.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Artinya, kalau kamu masih berdoa, itu tandanya fitrahmu masih hidup. Ragu itu wajar; bahkan para sahabat pun mengalaminya. Cari ilmu dari sumber-sumber yang terpercaya, dan panjatkan doa yang tulus. Allah melihat perjuanganmu kok.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu itu indah, sis. Aku juga pernah ngalamin fase yang mirip dan yang bantu aku adalah baca Sirah dan lihat gimana Rasulullah memperlakukan perempuan. Itu menyembuhkan sesuatu dalam diriku.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar