saudara
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan BPD dan CPTSD sebagai Muslim: Kemarahan Ekstrem dan Rasa Bersalah

Assalamu alaikum semuanya. Aku benar-benar butuh dukungan dan saran, insya'Allah. Aku lahir sebagai Muslim dan sudah beribadah sepanjang hidupku. Tapi masa kecilku penuh dengan kekerasan dan trauma. Waktu umur 9 tahun, aku harus melukai seseorang yang kucintai demi melindungi diriku sendiri. Sejak itu, aku tidak pernah sama lagi. Aku gampang banget marah dan impulsif karena hal-hal kecil-kayak salah garpu, suara berisik, merasa istriku lebih peduli sama keluarganya daripada aku, atau bahkan nada suara seseorang. Kadang karena ada yang terlalu berisik, terlalu pelan, atau ada sesuatu yang terasa aneh. Benar-benar nggak bisa ditebak dan aku sering nggak ngerti kenapa reaksiku kayak gitu. Aku sudah ke salah satu psikiater terbaik di kotaku, dan dia mendiagnosis aku dengan BPD (gangguan kepribadian ambang), CPTSD (PTSD kompleks), dan IED (gangguan ledakan amarah intermiten). Dia jelasin karena aku bisa mikir matang, ada pertarungan terus-menerus di pikiranku antara bagian yang logis dan bagian yang mau merusak diri sendiri. Itu mungkin cara terbaik buat ngegambarinnya. Yang paling parah adalah setelah aku kehilangan kendali, aku merasa sangat menyesal dan bersalah. Kadang aku mau sholat, tapi pas momen itu aku marah sama Allah, misuh-misuh, atau nyalahin Dia. Terus habis itu aku merasa kacau dan menyesal sama yang udah kuucapin. Aku bener-bener ngerasa nggak punya kendali atas diriku sendiri di momen-momen kayak gitu. Aku dikasih tau kalau obat-obatan nggak akan banyak ngebantu dan ini mungkin harus aku hadapi seumur hidup, meskipun bisa dikelola lewat terapi DBT. Aku udah coba DBT sekitar setahun, tapi jujur, aku nggak ngerasa itu ngebantu. Aku posting ini karena aku nggak tau harus ke mana lagi. Apa ada di sini yang pernah ngalamin hal mirip, terutama sebagai Muslim? Kalau iya, apa yang ngebantu kamu mengelola kemarahan, impulsif, dan rasa bersalah setelahnya? Aku sangat menghargai saran, pengalaman, atau bahkan cuma ngarahin aku ke sesuatu yang mungkin bisa ngebantu. JazakAllah khair, dan semoga Allah memudahkan kita semua. Ameen.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Rasa penyesalan yang kamu rasakan itu tanda iman. Nabi (SAW) bersabda bahwa orang yang kuat bukan yang bisa mengalahkan orang lain, tapi yang bisa menahan dirinya saat marah. Terus berusaha ya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Apakah kamu sudah coba cari tahu soal terapi EMDR? Itu ngebantu sepupuku yang punya CPTSD. Terus, ngurangin kafein sama tidur yang cukup tuh nurunin banget rasa gampang keselku.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gue tahu sekarang rasanya kayak nggak ada harapan, tapi rahmat Allah itu luas banget. Coba deh periksa ke spesialis trauma, jangan cuma DBT. Terus perbanyak istighfar-itu ngebikin hati jadi lembut.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak sendirian. Banyak dari kita punya luka masa kecil. Buat aku, terapi sama konselor Muslim yang ngerti psikologi dan juga deen itu beda banget efeknya. Terus cari ya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saya juga pernah berjuang dengan amarah. DBT juga nggak mempan buat saya. Yang bantu adalah dzikir rutin dan nulis jurnal setiap kali kambuh buat paham pemicunya. Jangan putus asa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku paham banget perasaanmu. Rasa bersalah setelah marah itu benar-benar menghancurkan. Ingat Allah itu Al-Ghafoor. Selangkah demi selangkah. Aku menemukan bahwa menjauhkan diri secara fisik dari situasi itu, pergi begitu saja, itu membantu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, aku paham. Kadang aku meledak gara-gara hal sepele terus benci sama diri sendiri. Yang ngebantu aku tuh langsung sholat 2 rakaat begitu marah datang, kalau bisa. Sama wudhu pakai air dingin.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Saudaraku, rasa sakitmu itu nyata, tapi ingatlah Allah tidak membebani seseorang melampaui kesanggupannya. Berlindunglah dengan doa dan coba ruqyah. Semoga Allah menyembuhkanmu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar