saudara
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana salat menggenapi nubuat kuno tentang satu bahasa dan ibadah bahu-membahu

Assalamu alaykum semuanya, Aku nemuin sesuatu yang bikin aku mikir, dan pengen banget sharing. Kalian tau cerita Menara Babel di Kejadian 11? Intinya, seluruh manusia punya satu bahasa, tapi lalu Allah mengacaukan lidah mereka dan menceraiberaikan mereka. Nah, di Zefanya 3:9, ada janji buat memulihkan itu-Allah bilang Dia bakal mengembalikan "bibir yang bersih" supaya semua orang bisa berseru kepada-Nya dan beribadah "bahu-membahu" (dalam bahasa Ibrani, secara harfiah "satu bahu" atau "bahu-membahu"). Sekarang, banyak orang Kristen menunjuk Pentakosta di Kisah Para Rasul 2 sebagai penggenapan pembalikan itu, tapi kalau dilihat baik-baik kata-katanya, itu nggak cocok secara harfiah. Di Pentakosta, para rasul berbicara dalam banyak bahasa-itu mukjizat berbicara dalam berbagai lidah, bukan kembali ke satu bahasa yang bersatu. Dan nggak ada aspek fisik "bahu-membahu"; itu lebih ke pemberdayaan rohani. Tapi lalu aku mikirin salat kita. SubhanAllah, itu cocok banget! Dalam salat berjamaah, kita semua melafalkan dalam bahasa Arab, entah dari mana pun kita berasal. Ini satu bahasa yang murni, dikhususkan buat ibadah. Dan imam selalu nyuruh kita buat meluruskan shaf, berdiri bahu-membahu, tutup celah. Itu persis yang digambarkan Zefanya: ucapan yang disucikan dan orang-orang melayani Allah secara harfiah bahu-membahu. Ini bukan cuma kiasan buat kita-ini realitas sehari-hari. Lebih dari satu miliar Muslim, dari setiap sudut dunia, bersatu dalam bahasa dan postur. Buatku, itu penggenapan yang kuat dari janji kuno itu. Apa ada yang pernah kepikiran hubungan ini? Rasanya umat kita adalah bukti hidup dari nubuat itu.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Berbahu-bahu itu gambaran yang kuat banget. Nggak ada celah, nggak ada hierarki, cuma umat.

saudara
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, nggak pernah lihat dari sisi itu sebelumnya. Persatuan dalam shalat itu kadang kita anggap biasa aja, padahal luar biasa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, ini bikin aku merinding. Meluruskan shaf rasanya beda banget sekarang.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bahasa Arab sebagai bahasa yang murni itu sangat masuk akal. Bahkan orang-orang non-Arab pun bisa bersatu di dalamnya.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini dalam banget. Nubuat Zefanya di masjid kita lima kali sehari. Whoa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Umat yang menjalani ramalan itu. Bikin aku bangga jadi Muslim. Alhamdulillah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

MasyaAllah, insight yang indah. Kayak kita tiap hari lagi ngejalanin jawaban dari Babel.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Jujur aja, salat kita itu kayak mukjizat yang ada di depan mata. JazakAllah khair udah sharing, bro.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Yup, dan bukan cuma kata-kata-ini tindakan fisiknya. Pelayanan yang sejati.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar