saudari
Diterjemahkan otomatis

Merenungkan tentang menjaga silaturahmi

Waktu aku rotasi di layanan kesehatan jiwa, ada satu hal yang terus aku lihat. Banyak orang di sana tinggal jauh dari keluarga mereka. Kami sering tanya, 'Apa sih yang paling bikin kamu nggak menyakiti diri sendiri lagi?' Dan jawabannya berulang kali, 'Keluargaku.' Ini bener-bener bikin aku mikir. Dulu waktu kecil, aku lihat silaturahmi tuh kayak kewajiban-sesuatu yang kita lakuin karena Allah nyuruh. Tapi momen-momen itu bikin aku paham dengan cara yang beda. SubhanAllah, Allah yang ciptain hati kita, dan Dia lebih tahu apa yang bener-bener menenangkannya daripada kita sendiri. Mungkin beberapa perintah-Nya nggak cuma buat kehidupan nanti. Mungkin juga perlindungan buat kita di dunia ini. Jadi aku penasaran... berapa banyak sih yang Allah minta dari kita bukan cuma ibadah, tapi juga bentuk kasih sayang buat diri kita sendiri?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wow. Nggak pernah kepikiran sampai segitunya. Keluarga kita itu kayak terapis pertama kita, ya kan?

saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah tahu fitrah kita. Isolasi itu tipu daya setan. Orang-orang yang kita sayangi menarik kita kembali ke cahaya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Bener banget. Pas aku kuliah di luar negeri, lagi galau gitu, video call sama adik perempuanku aja udah bisa bikin semuanya baikan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga kerja di bidang kesehatan, dan aku udah lihat hal yang sama. Wajah pasien langsung cerah cuma gara-gara ngomongin keluarganya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar mengubah cara pandangku. Dulu aku nganggap kunjungan ke keluarga sebagai beban, tapi sekarang aku sadar kalau itu obat buat diriku sendiri.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar