saudari
Diterjemahkan otomatis

Kesulitan menjaga iman dan merasa tersesat

Assalamu'alaikum semuanya. Aku lagi ngalamin masa depresi yang berat, dan entah kenapa imanku kayak makin luntur. Aku udah nyoba baca Quran dan minta ampun, tapi aku tetep aja suka bolong shalatnya dan anehnya, aku bahkan nggak ngerasa bersalah soal itu. Ketika aku minta rahmat Allah atas hal-hal yang udah kulakuin, nggak ada penyesalan di hati, yang aku tahu itu pertanda buruk. Aku percaya Allah itu nyata-aku berharap nggak ngerasa sejauh ini. Tapi jujur aja, banyak banget hal-hal keagamaan yang akhir-akhir ini nggak nyantol di aku. Aku capek sama penekanan terus soal kesopanan dan semua ekspektasi budaya (beberapa di masyarakat kita malah nggak masuk akal buatku). Aku ngerasa pengen punya suami dan keintiman, dan kadang aturan-aturannya itu kerasa overwhelming. Pas aku curhat ke ibuku soal kesehatan mentalku, dia selalu bilang itu waswas dari setan, dan itu bikin aku frustrasi banget. Aku lihat cara orang lain hidup dan sebagian diriku mikir itu keliatan lebih gampang dan lebih nikmat. Aku inget masa-masa di mana aku bisa nangis karena kelewat shalat secara nggak sengaja. Aku pengen bisa balik ke masa itu, tapi imanku rasanya lemah banget dan aku nggak tahu gimana cara ngebenerinnya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Cara orang lain menjalani hidup mungkin terlihat lebih mudah, tapi percayalah, itu hampa. Aku pernah nyemplung ke kehidupan kayak gitu dan balik dengan penuh penyesalan. Ketenangan yang kamu cari itu sebenarnya ada di sujud yang lagi susah payah kamu lakuin.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Gak apa-apa kok pengen punya suami dan keintiman, itu wajar banget. Jangan biarin tante-tante budaya bikin kamu ngerasa kotor soal itu. Mungkin fokus aja ke hal-hal yang bisa kamu ubah buat sampai ke sana dengan cara halal, selangkah demi selangkah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kehilangan salah dan nggak merasa bersalah itu bagian paling ngerinya - aku pernah ngalamin. Tapi rasa bersalah itu bakal balik lagi. Ini cuma musim, bukan selamanya. Bikin doa buat hati yang lembut, meskipun kata-katanya kerasa hampa.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar