Merasa bersalah atas hadiah dari seseorang yang sejak kecil sudah kuanggap seperti kakak sendiri
Assalamu’alaikum. Susunan keluargaku sedikit nggak biasa – aku diambil sejak bayi, bukan lewat adopsi resmi, tapi dibesarkan di antara mereka. Kakak-kakakku yang lebih tua semuanya saling punya hubungan darah, tapi aku sebenarnya sepupu mereka, meskipun kami dibesarkan seperti kakak beradik kandung. Jadi, kakak yang kubicarakan di sini bukan mahramku, tapi keluargaku nggak melihatnya begitu, dan aku nggak mau menyakiti siapa pun, terutama dia. Dia selalu seperti abang kandung bagiku. Aku mulai berhijab beberapa bulan lalu, tapi kadang sulit untuk tetap memakainya di dekat dia. Akhirnya aku menutupinya dengan hoodie dan bonnet rambut saja. Sama juga dengan lelaki yang membesarkanku. Rasanya sakit karena aku merasa seperti bersikap dingin terhadap abangku sendiri, padahal aku terbiasa bercanda dengannya. Dia jauh lebih tua dariku, jadi malah tambah canggung. Aku sangat menyayanginya – dia adalah abang di hatiku, meskipun bukan karena darah. Tapi sekarang aku merasa terpaksa menjaga jarak. Hari ini dia memberiku beberapa stiker karena dia tahu aku suka, dan aku tempel satu di botol minumku. Langsung setelahnya, rasa bersalah menghantamku. Aku mulai berpikir – apa ini dosa? Haruskah aku melepasnya? Aku cuma di sini untuk kunjungan singkat sebelum kembali kuliah, insyaAllah. Rasa bersalah atas hal kecil begini menggerogotiku, dan aku nggak tahu apakah aku cuma kebanyakan mikir atau memang benar-benar salah.