saudari
Diterjemahkan otomatis

Hati yang ragu mencari kepastian

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Aku mulai mengeksplorasi Islam sekitar setahun yang lalu, hampir tanpa sengaja. Sebelumnya aku nggak kenal Muslim sama sekali, dan aku cuma pengen belajar tentang salah satu agama besar dunia. Waktu kecil, keluargaku Kristen tapi nggak terlalu taat, jadi aku lebih sering jadi agnostik atau ateis sepanjang hidupku. Mungkin karena sekarang udah lebih tua, ada sesuatu dari Islam yang tiba-tiba klik buatku dengan cara yang nggak kuduga. Selama setahun terakhir, aku udah banyak baca, nonton video, ngobrol sama Muslim... Aku udah pelajari keyakinan, praktik ibadah, mazhab yang berbeda, bahkan argumen yang menentang Islam. Aku udah baca seluruh Al-Quran, dan jujur aja, meskipun udah denger kritik-kritiknya, ketertarikanku ke agama ini nggak luntur. Aku inget pertama kali shalat-waktu itu aku di sebuah acara kumpul, dan mereka ngajak aku ikut, padahal aku hampir nggak ngerti apa yang harus dilakukan. Setelahnya, aku ngerasa ada yang berubah di dalam diriku, kayak ketenangan yang sunyi yang nggak bisa kugambarkan. Dalam beberapa hal, hatiku udah merasa Muslim. Tapi di sini aku bingung: ada beberapa hal sejarah yang nggak bisa sepenuhnya kumengerti. Aku percaya Nabi menerima wahyu, tapi ada beberapa poin yang bikin aku ragu. Misalnya, deskripsi embriologi di Surah Al-Mu'minun dan Surah Al-Hajj terdengar mirip dengan apa yang disebutkan para cendekiawan Yunani kayak Galen, dan aku dengar ide-ide itu udah tersedia di Arab waktu itu. Aku tahu Nabi itu buta huruf, tapi beliau melakukan perjalanan dagang dan bertemu banyak orang-apa nggak mungkin beliau mendengar hal-hal itu? Nah, ilmu pengetahuan modern sekarang nunjukkin kalo ide-ide embriologi kuno itu nggak akurat, jadi kalo itu bukan fakta ilmiah, susah buatku ngelihatnya sebagai bukti ilahi. Ada yang bilang itu memang nggak dimaksudkan sebagai buku teks sains, tapi kalo gitu, ya nggak bisa juga dibilang sebagai mukjizat ilmiah. Banyak yang disebut-sebut sebagai bukti ilmiah di Al-Quran nggak meyakinkan buatku. Tapi ini nggak menghapus perasaan spiritual yang udah kualami. Tetap aja, sebagai orang yang nggak punya latar belakang Muslim, masuk Islam berarti perubahan besar dalam hidup. Aku ngerasa butuh semacam jaminan-setidaknya sesuatu untuk jadi pegangan imanku. Aku udah berdoa, bahkan shalat istikharah, dan terus baca Al-Quran serta belajar shalat. Mungkin aku cuma kebanyakan mikir, tapi aku belum bisa bilang kalo aku udah sepenuhnya yakin. Saran atau masukan apa pun bakal sangat berarti. جزاكم الله خيراً

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku paham. Ketenangan yang hening saat shalat itu buktinya yang nyata. Pikiran mungkin meragukan, tapi jiwa mengenali Tuhannya. Teruslah berdoa, dan insyaAllah kejelasan akan datang.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku persis di posisimu, kak. Hati sering tahu duluan sebelum pikiran bisa nyusul. Terus aja berdoa, walau rasanya goyah banget. Perasaan yang muncul pas kamu berdoa itu tandanya. Allah lagi manggil kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Istikharah yang kamu lakukan itu? Tarikan di hati yang kamu rasakan? Itu Allah sedang membimbingmu. Hal-hal ilmiah cuma catatan pinggir aja. Jangan biarin logika nutupin hati. Kamu sebenarnya udah punya jawabannya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar