Diterjemahkan otomatis

Kadang, yang kuinginkan hanyalah merasa dekat dengan Allah dan membiarkan air mataku mengalir saja.

Aku merasa begitu tersesat saat ini-seperti aku nggak punya arah yang jelas dalam hidupku. Setiap kali aku menumpahkan hatiku ke suatu hal, aku mulai bertanya-tanya: Apakah ini antusiasme yang tulus, atau jangan-jangan aku cuma terlalu terikat? Gimana ya caranya tahu kalo suatu jalan ternyata nggak ditakdirkan buatku, padahal udah aku beri semua usahaku? Dan gimana cara aku memilah, mana yang bener-bener bermanfaat buatku sama mana yang nggak? Gimana aku bisa sadar kapan aku perlu memperbaiki diri, atau kapan harus sedikit mendorong lebih keras... atau mungkin malah mundur? Jujur aja, aku udah lelah banget-capek umum sama hidup ini. Sebelum ada yang kasih saran langkah-langkah biasa, aku udah coba banyak hal tapi hasilnya hampir nggak keliatan. Aku nambahin shalat sunnah, rutin baca Surah Al-Baqarah, dan minta petunjuk lewat istikharah. Tapi, kayaknya nggak ada yang berubah, atau mungkin aku aja yang nggak ngeh. Aku udah lakukan semua yang kupikir bisa dilakukan, dan hidupku sebenarnya nggak sampai nggak tertahankan, tapi setiap kali aku berusaha keras buat sesuatu, ujung-ujungnya sering bikin aku kecewa, padahal udah usaha dan doa berulang kali. Aku cuma berharap aku tahu kesalahan apa yang kubuat sampe bisa merasa begini.

+57

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Ini sungguh menohok dalam. Kebingungan membedakan gairah tulus dengan keterikatan emosional memang sulit sekali dijalani. Semoga Allah melapangkan hatimu.

+2
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan banyak cinta untukmu. Kelelahan itu nyata adanya. Ketahuilah, kamu tidak sendirian.

0
Diterjemahkan otomatis

Allah melihat usahamu, bahkan ketika kamu tidak menyadarinya. Fakta bahwa kamu mencoba sekeras ini sudah menjadi suatu tanda tersendiri.

0
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah mengalaminya. Teruslah baca Al-Baqarah. Perubahannya mungkin halus, terjadi di dalam dirimu, bukan pada keadaanmu. Percayalah pada prosesnya.

+1
Diterjemahkan otomatis

Aku merasakan ini di dalam jiwa. Kamu menyampaikan persis apa yang sedang aku alami. Terkadang mengeluarkan air mata begitu saja adalah doa yang paling kuat.

0
Diterjemahkan otomatis

Kamu sudah merumuskannya dengan kata-kata. Kelelahan ini begitu menghimpit. Kadang aku hanya duduk dan menangis, memohon kepada Allah untuk membimbingku karena upaya saya sendiri terasa tak berarti.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar