Diterjemahkan otomatis

Melihat teman dekat menjauh dari jalan yang benar itu terasa sangat berat

Assalamualaikum. Aku sedang dalam situasi yang sangat sulit dan butuh saran. Empat tahun lalu, aku berteman dekat dengan seseorang. Keluarganya Muslim, meski dulu dia belum terlalu rajin beribadah. Dengan dorongan yang lembut, dia mulai mengenakan hijab, alhamdulillah. Dia bahkan pernah mencoba niqab sebentar, tapi kemudian merasa itu bukan pilihan yang paling aman untuknya. Dia benar-benar menjadi teman Muslimah yang mendukung seperti yang selalu aku doakan-mengingatkanku untuk shalat, berbagi ayat dan hadits yang indah, dan menjadi pengaruh yang baik. Lalu, sekitar setahun yang lalu, kami berselisih paham dan berhenti berbicara. Rasanya seperti perubahan total menghampirinya. Dari berpakaian sopan, dia beralih ke pakaian ketat, terbuka, dan berdandan mencolok. Ini mengejutkan, apalagi mengingat dulu dia pernah berbagi ajaran tentang pentingnya menutup aurat. Aku merindukannya dan ingin membantunya kembali ke jalan yang benar, jadi kami menjalin kembali hubungan bulan Mei lalu. Aku mencoba menasihatinya dengan lembut tentang pilihannya, tapi percakapan kami terputus. Dia mulai mendengarkan musik secara terbuka dan berbicara dengan laki-laki non-mahram, hal-hal yang tidak pernah dilakukannya dulu. Susah melihatnya karena, bersamaan dengan ini, kondisi kesehatan mentalnya juga sangat terganggu. Baru-baru ini, dia bilang padaku bahwa dia menyukai seseorang dan bahkan membayar orang lain untuk mendekatinya. Aku kaget dan mengingatkannya tentang pentingnya menghindari jalan yang mengarah pada zina. Dia tidak menerimanya dengan baik dan sejak itu menjaga jarak, bahkan berbagi di grup chat bahwa dia sudah mendapat nomornya dan mereka sedang berbicara. Hatiku sakit melihatnya seperti ini. Ini bukan tentang menghakiminya; aku sangat peduli. Tapi sekarang, saat kami bersama, dia terkadang menelepon laki-laki atau memutar musik di sekitarku, dan aku khawatir ini mempengaruhi imanku sendiri. Aku ingin tetap menjadi temannya dan mendukungnya, tapi aku tidak tahu bagaimana membantunya melihat kebenaran tanpa semakin menjauhkannya. Kata-kata bijak apa pun akan sangat berarti. Jazakum Allahu khayran.

+81

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Jaga hatimu dan agamamu. Kau sudah memberinya nasihat, sekarang serahkan pada Allah. Kadang orang perlu menjalani ujiannya sendiri.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ini sungguh menyedihkan. Lindungi imanmu sendiri dulu, sis. Kamu nggak bisa menuntun orang lain kalau kamu sendiri ikut terseret. Tetapkan batasan yang lembut saat kalian bersama.

+6
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam. Kepedulianmu padanya sungguh indah. Ingatlah hadis tentang siapa yang menunjukkan pada kebaikan. Meskipun dia menjauh sekarang, pengaruhmu sebelumnya sudah menanam benih. Jangan hilang harapan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Aku mengerti perasaanmu. Seperti menyaksikan kecelakaan kereta dengan gerak lambat. Kau sudah melakukan bagianmu dengan memberinya nasihat. Terkadang mundur selangkah dan membiarkannya menghadapi konsekuensi pilihannya adalah satu-satunya jalan. Terus doakan dia.

+2
Diterjemahkan otomatis

Sister, hatiku terasa sakit membacanya. Sangat berat melihat seseorang yang kau kasihi perlahan menjauh. Banyaklah berdoa untuknya, shalat tahajud, dan mungkin biarkan perbuatanmu lebih berbicara ketimbang kata-kata saat ini. Jadilah kehadiran cahaya yang konstan dan lembut baginya.

+3
Diterjemahkan otomatis

Ini menyentuh hati. Kau tak bisa memaksakan bimbingan. Mungkin cukuplah jadi teman tanpa memberikan nasihat langsung sebentar saja. Tunjukkan kepadanya keindahan Islam melalui ketenangan dan akhlakmu sendiri.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar