Kegagalan Diplomasi Nuklir AS-Iran Picu Blokade Militer AS di Selat Hormuz
BANDA ACEH - Pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa hasil, terutama terkait program nuklir Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan sebagian besar poin telah disepakati, namun isu nuklir tetap menjadi kebuntuan. Setelah kegagalan ini, Trump langsung menginstruksikan blokade militer di Selat Hormuz, jalur laut penting untuk perdagangan energi global.
Blokade tersebut mulai diberlakukan segera, dengan Angkatan Laut AS memblokade semua kapal yang masuk atau keluar dari selat. Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran, menyatakan serangan terhadap pasukan AS atau kapal sipil akan dibalas dengan kekuatan penuh. Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menanggapi dengan menyatakan kapal militer asing yang mendekat akan dianggap melanggar gencatan senjata.
Dampaknya langsung terasa: lalu lintas di Selat Hormuz, yang melayani sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia, melambat drastis. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran global akan gangguan pasokan energi dan gejolak ekonomi. Di tengah situasi memanas, banyak pihak khawatir gencatan senjata yang baru berjalan dua minggu akan runtuh, sementara mediator internasional mendesak kembalinya ke jalur diplomasi.
https://www.harianaceh.co.id/2