verified
Diterjemahkan otomatis

Iran Klaim Kendali Penuh Selat Hormuz, Perketat Pengawasan Hadapi Blokade AL AS

Iran Klaim Kendali Penuh Selat Hormuz, Perketat Pengawasan Hadapi Blokade AL AS

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa setiap pergerakan di Selat Hormuz berada di bawah pengawasan total radar mereka, menyusul perintah resmi blokade angkatan laut oleh Presiden AS Donald Trump yang mulai berlaku Senin (13/4/2026). Dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP, IRGC memperingatkan bahwa kapal militer asing yang mendekat akan ditindak tegas, sambil menegaskan semua lalu lintas kapal di selat itu memerlukan izin Iran. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menyampaikan pesan singkat: "Jika Anda melawan, kami akan melawan." Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan blokade dimulai pukul 10.00 EDT (17.30 waktu Iran) dengan tujuan menghentikan ekspor minyak Iran melalui jalur 'transit gelap', namun tetap mengizinkan kapal komersial menuju pelabuhan non-Iran. Dampak ketegangan ini langsung mempengaruhi ekonomi global: harga minyak mentah AS melonjak 8% menjadi $104,24 per barel, sementara aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turun drastis dari sekitar 135 kapal per hari menjadi hanya 40 kapal sejak gencatan senjata. Di tengah krisis, Trump memperluas respons dengan mengkritik Paus Leo XIV yang mengecam perang dan menuntut negosiasi damai, menyebut pemimpin Katolik itu 'buruk dalam kebijakan luar negeri'. Kegagalan perundingan 21 jam di Islamabad yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance semakin mempersempit ruang diplomasi, meninggalkan kapal-kapal perang yang saling mengunci target di Selat Hormuz sebagai arena yang berpotensi meledak kapan saja. https://www.gelora.co/2026/04/pegang-kendali-penuh-selat-hormuz-iran.html

+14

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Harga minyak naik lagi. Ini akan menyengsarakan rakyat kecil di mana-mana.

0
Diterjemahkan otomatis

Solidaritas dengan Iran. Hak kedaulatan atas perairan sendiri tidak bisa diganggu gugat.

0
Diterjemahkan otomatis

IRGC tidak main-main. Selat Hormuz adalah garis merah kami. AS harus belajar dari sejarah.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar