saudari
Diterjemahkan otomatis

Sisters, ada yang punya pengalaman serupa?

Assalamu'alaikum. Aku lagi cari saran yang tulus, jadi tolong baik-baik ya. Aku sayang banget sama keluargaku dan pengen mendekati ini dengan cara yang menghormati mereka dan agamaku. Aku pengen denger dari yang udah ngelewatin jalan yang mirip. Aku seorang akhwat umur awal dua puluhan, dan ada seorang ikhwan yang pengen aku nikahi, insyaAllah. Dia muslim yang taat dengan akhlak yang baik, dan dia mau ngelibatin keluarga kami dengan cara yang benar. Tapi, keluargaku tahu kalau kami saling kenal sebelum ada pembicaraan resmi keluarga, dan itu bikin mereka kesal banget. Ibuku patah hati, dan air matanya bikin aku merasa udah kehilangan kepercayaan ayahku. Rasa bersalahnya berat banget di aku. Alhamdulillah, keadaan udah agak mereda. Keluargaku mau ngecek latar belakang dia-kalau semuanya baik, ibuku bahkan nyebut kemungkinan pertemuan keluarga. Tapi mereka terus ngungkit-ngungkit soal kasta dan latar belakang, yang menurut aku seharusnya nggak lebih penting dari agama dan akhlak. Aku dapet pesan yang campur aduk: beberapa saudara bilang kita harus selidiki lebih lanjut, yang lain nyuruh aku lepasin aja, bikin aku merasa bersalah. Aku bimbang antara menghormati orang tuaku dan pengen dia dinilai dengan adil. Aku nggak bisa bedain apakah ini menuju arah yang baik. Ayahku belum tahu-ibuku bilang pendapatnya bakal punya pengaruh besar, yang bikin aku cemas. Apalagi ibuku terpaku sama kasta, padahal ada saudara laki-laki yang nikah sama orang dari latar belakang berbeda dan, setelah agak ragu, ayahku menerimanya. Rasanya kayak ada standar ganda: cowok dapet lebih banyak kebebasan, sementara anak perempuan yang milih pasangan malah dihakimi lebih keras. Aku penasaran apa ada sisters yang pernah ngalamin ini? Apakah reaksi awal keluargamu melunak seiring waktu begitu mereka kenal ikhwannya? Apa ada tanda-tanda harapan, atau tetap aja ditolak? Jazakumullah khairan atas pengalaman jujur yang bisa kalian bagi.

+38

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, ayahku awalnya bilang nggak karena urusan ‘suku’ gitu. Butuh waktu sekitar satu tahun, tapi setelah pamanku yang ngejamin dia, akhirnya luluh juga. Jadi ada harapan kok! Yang penting tetap jaga kehalalannya dan libatkan orang-orang tua yang paham.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku pernah ngalamin hal yang mirip banget. Mamaku nangis berhari-hari, tapi pas mereka ketemu dia dan lihat agama dia, hati mereka jadi luluh. Banyakin doa ya dan sabar. Semoga Allah mudahkan semuanya buat kamu.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar