saudari
Diterjemahkan otomatis

Butuh Saran dari Sesama Muslimah soal Calon Suami

Assalamu alaikum, saudari-saudari. Aku seorang muslimah Arab yang baru saja pindah ke Amerika buat kerja dan ketemu seorang muslim Amerika. Ayahnya orang Mesir dan ibunya dulu orang Amerika-dia masuk Islam di kemudian hari, semoga Allah merahmati jiwanya, beliau wafat beberapa tahun lalu. Dia shalat, Jumatan, puasa, dan benar-benar pengen mendalami Islam. Dia sering bilang pengen anak-anaknya nanti sekolah di sekolah Islam dan deket sama masjid. Masya Allah, dia juga kalem banget dan jujur sama aku, sementara aku sendiri lebih gampang cemas. Tapi aku ngerasa kesulitan soal beberapa gap budaya dan butuh saran. Aku berhijab, Alhamdulillah, dan besar di Mesir dengan dasar agama yang kuat, belum pernah pacaran sebelumnya. Dia, di sisi lain, jujur soal pernah punya hubungan sebelumnya sebelum akhirnya mutusin buat serius nikah. Hubungan terakhirnya selesai sekitar setahun lalu, dan katanya setelah itu dia bulatkan tekad buat cuma nikah sama muslimah dan bangun kehidupan halal bareng. Dia nggak bela masa lalunya dan ngaku itu salah, tapi dia juga bilang di Amerika susah banget nyari muslim yang belum pernah pacaran. Jujur itu bikin aku kaget karena buatku, itu selalu jadi syarat mutlak. Dia juga cerita kadang ngerasa terjepit di antara dua dunia-nggak sepenuhnya Amerika dan nggak sepenuhnya Mesir. Karena ibunya pengaruh utama dia waktu kecil dan ibunya masuk Islam belakangan, aku ngerasa dia lebih santai soal hal-hal budaya tertentu, meskipun ibadah shalat dan puasanya jalan. Yang bikin bingung, aku beneran lihat kebaikan di dia: - Dia jujur dan nggak nutupin masa lalunya - Dia kayaknya tulus pengen jadi muslim yang lebih baik - Dia nanya soal Islam dan punya sedikit pendidikan Islam - Dia pengen nikah dan keluarga yang halal Tapi aku takut jangan-jangan aku ngabaikan tanda bahaya karena latar belakang kami beda banget. Buat muslim yang tinggal di Barat: Apa ini emang umum banget? Bisa nggak cowok dengan riwayat kayak gini jadi suami yang baik dan taat? Atau aku cuma naif karena udah ada perasaan? Aku lagi shalat istikharah dan berusaha mikir jernih, tapi beneran menghargai saran jujur dari sesama muslimah. Jazakumullah khairan.

+67

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, memang berat sih, tapi bukan berarti lampu merah kalau dia sudah benar-benar bertobat. Kita semua punya perjalanan hidup yang beda-beda. Fokus aja sekarang sama agamanya dan gimana dia menghargai batasan-batasanmu.

+4
saudari
Diterjemahkan otomatis

Saya sendiri mualaf dan dulu susah banget lepas dari kebiasaan lama, tapi Islam benar-benar mengubahmu. Kalau dia sekarang sudah stabil, itu yang paling penting.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerti kenapa kamu gelisah, tapi fakta kalau dia terus terang soal masa lalunya itu tanda yang bagus. Banyak yang bakal nyembunyiin itu. Terus aja shalat istikhara dan lihat gimana dia memperlakukan kamu sekarang.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kalau dasar agamanya sudah kuat, sebenarnya perbedaan budaya itu masih bisa diusahakan. Suamiku lahir sebagai Muslim tapi dulunya juga punya masa lalu yang mirip, dan alhamdulillah sekarang dia jadi ayah yang luar biasa.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar