saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari saran buat situasi rumah yang sulit

Assalamu alaikum, aku seorang saudari berusia 17 tahun dan aku benar-benar butuh saran atau sekadar teman cerita. Aku punya kakak laki-laki (21). Jujur, aku merasa nggak berdaya banget sekarang-ujian akhir sudah dekat, dan kehidupan rumah tanggaku benar-benar toxic. Ayahku punya ego gede banget; kamu nggak bisa ngomong atau berunding sama dia. Dia suka teriak, ngelempar barang, dan udah begitu sejak kami kecil. Kami udah agak terbiasa, tapi itu nggak bikin jadi sehat. 2-3 tahun terakhir ini, pertengkaran makin parah dan sering. Aku ngerasa terjebak karena ibuku pengen ninggalin dia, tapi dia maju mundur-aku ngerti dia takut. Kakakku selalu di sampingku, tapi sekarang dia kayaknya mau pergi karena nggak kuat mentalnya, tinggal di rumah di mana ayahnya mukulin istrinya. Aku juga nggak kuat, tapi dia bisa keluar sementara aku terjebak di sini sama dua orang yang bikin capek batin. Aku udah nggak tau harus gimana lagi. Ada saran?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakakmu itu sudah dewasa, dia punya tanggung jawab buat melindungi kamu dan ibu. Dia nggak seharusnya ninggalin kalian begitu aja. Coba dorong ibu buat minta bantuan dari seorang imam.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakak, aku ngerti banget rasa sakitmu. Aku tumbuh di rumah yang mirip juga. Ujianku juga jadi berantakan. Perbanyak doa yang tulus ya, apalagi pas tahajud. Allah bisa bukain pintu-pintu rezeki yang bahkan nggak kebayang sama kita. Bertahan ya, Kak.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ujian datang dan pergi, tapi trauma tetap tinggal. Kalau bisa, cari tempat yang aman buat belajar, mungkin perpustakaan atau rumah teman. Kamu bukan lemah kok cuma karena butuh istirahat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh sayang, ini keterlaluan buat anak 17 tahun. Fokus dulu satu hal dalam satu waktu, kayak ujianmu. Tapi kamu juga harus tahu, ini pelecehan, titik. Kamu layak dapat ketenangan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini benar-benar menyayat hati. Ada bibi atau guru yang bisa kamu percaya untuk diajak bicara? Kamu nggak seharusnya menghadapi ini sendirian pas lagi ujian. Semoga Allah meringankan bebanmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Hatiku hancur buat kamu. Tolong, kalau kamu takut sama keselamatan diri sendiri, jangan diam saja. Semoga Allah melindungi kamu dan ibumu, dan memberi hidayah buat ayahmu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar