Aku Sudah Tidak Punya Hati untuk Sholat Lagi, dan Aku Butuh Saranmu
Assalamu alaikum, tolong baca ini kalau kamu mau bantu, siapa tahu bisa jadi jalan keluar. Aku 20 tahun, dan selama lebih dari tiga tahun aku dulu rajin sholat. Tapi cara aku mulai dulu agak beda. Keluargaku suka menasihati, dan niat mereka memang baik, tapi cara penyampaiannya justru bikin aku kesal. Mereka bilang hal-hal seperti, "Kamu nggak sholat, jadi hidupmu nggak ada gunanya, semua amal baikmu sia-sia." Atau, "Satu-satunya yang menghalangi kamu dari sholat itu HP-mu." Alasan-alasan itu terasa dangkal buatku. Aku selalu penasaran dan suka mencari tahu, dan aku lumayan pintar di sekolah. Dulu aku sempat berpikir, kalau aku nggak terlahir sebagai Muslim, mungkin aku nggak akan jadi Muslim sama sekali. Jadi aku harus menggali lebih dalam dan benar-benar memahami Islam dengan caraku sendiri, bukan sekadar ikut-ikutan. Itu yang aku mau. Suatu malam, aku berdoa memohon pada Allah agar aku bisa sholat terus-menerus dan nggak berhenti-dan sejak hari itu, aku memang mulai sholat. Bukan karena diyakinkan orang lain, dan jujur, mereka udah hampir menyerah sama aku. Aku melakukannya untuk diriku sendiri, dengan pertolongan Allah. Tapi seiring berlalunya tahun, aku kuliah di salah satu universitas terbaik, alhamdulillah, tapi jadwalnya benar-benar padat banget. Aku bangun sebelum Subuh untuk belajar dan nggak pulang sampai jam 6 atau 7 malam. Begitu melelahkannya sampai aku merasa hampir gila. Itu yang bikin aku sering menjamak sholat, dan kadang aku kelelahan lalu terlewat sholat. Di akhir pekan, aku berusaha mengqadha apa yang aku lewatkan. Perlahan, aku sadar aku terburu-buru dalam sholat, nggak memberinya haknya, sampai akhirnya aku mulai bolong-bolong. Lalu aku jadi malas belajar dan sholat, menghabiskan waktu tidur atau scroll HP. Kebiasaan buruk pun merayap... sampai aku benar-benar berhenti sholat. Aku malu sama diriku sendiri dan pada keadaanku sekarang. Aku nggak perlu menyebutkan kebiasaan burukku. Aku kehilangan gairah; nggak ada lagi yang benar-benar membuatku bersemangat. Hidup terasa hambar, dan yang paling buruk, aku kehilangan dorongan untuk sholat. Sekarang sholat terasa seperti beban berat, dan aku menghindarinya-dan parahnya, menghindari itu malah memberiku kelegaan. Sekarang aku sedang libur, jadi aku butuh bimbingan supaya bisa bangkit lagi dan mengembalikan sholatku. Tapi meskipun punya waktu luang, aku tetap nggak merasa ingin sholat. Hal ini membuat keluargaku memandangku dengan tajam, apalagi karena aku tinggal sendiri dan hanya sesekali mengunjungi mereka. Kadang mereka menasihati, di lain waktu mereka menatap nggak setuju dan mengatakan hal yang menyakitkan. Aku nggak menyalahkan mereka-aku memang udah kacau, dan mereka benar-tapi itu nggak membuatku merasa lebih baik. Mereka pikir aku belum mencoba, padahal aku sudah. Aku sudah mendengarkan setiap podcast tentang sholat, aku beristighfar, aku mulai sholat lagi, lalu berhenti, karena rasanya begitu sulit. Hatiku lelah, dan aku ingin jujur pada diriku sendiri. Aku sudah nggak pandai sholat lagi; jadinya malah susah. Tolong beri aku saran... Aku lari dari semua ini, menjalani hari-hariku tanpa sholat sama sekali. Ya Allah, karuniakanlah aku hati yang rendah hati yang nggak malas dalam beribadah, dan teguhkanlah semua Muslim di atas agama. Aamiin.