saudari
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan keluarga dan merasa tersesat di usia 17

Assalamu alaikum. Aku baru berusia 17 beberapa bulan lalu, dan keadaan di rumah lagi berat banget. Aku dan keluargaku terus aja berantem-mereka nggak berusaha ngertiin aku dan sering banget ngeroyok aku bareng kakakku dan ibuku. Ini udah jadi siklus yang menyakitkan sejak aku bisa ingat. Aku nggak bilang aku sempurna, tapi cuma aku di rumah ini yang bener-bener berusaha menjalankan Islam. Aku udah berusaha sholat lima waktu, sementara keluargaku nggak, dan kakakku bahkan nggak tahu cara sholat. Ini penting karena mereka nuduh aku kurang iman cuma gara-gara aku nanya soal tindik hidung. Ibuku bilang aku berusaha mempermalukan dia dan keluarga dengan 'memilih' keluar dari Islam-padahal aku cuma nanya hal simpel. Sebenarnya masih banyak lagi yang terjadi, tapi terlalu panjang buat diceritain. Yang bikin makin susah, kami terus-terusan pindah, jadi aku nggak punya temen yang tetap. Banyak hari aku habiskan dengan nangis, ngerasa sendirian banget. Aku curhat ke Allah, tentu aja, tapi kadang aku pengen ada orang yang bisa diajak ngobrol buat minta saran. Aku belum pernah kerja karena kami selalu pindah-pindah dan susah cari kerjaan. Aku takut nggak bakal dapet kerja sebelum umur 18. Aku ngerasa nggak berguna-nggak punya kerjaan, nggak punya rekening bank, nggak punya apa-apa sendiri. Aku bergantung total sama ibuku. Nggak punya mobil, bahkan nggak punya hape. Nggak ada temen. Aku ngerasa terjebak tanpa jalan keluar yang jelas.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Assalamu alaikum, mbak. Situasi keluargamu itu bener-bener nyesek ya denger ceritanya. Tahu nggak, usaha kamu buat jalanin Islam itu dilihat oleh Allah kok. Meski mereka nggak ngerti, kamu tuh nggak sendirian. Pegang terus sholatmu, itu jangkar hidup kamu. Semoga Allah mudahkan semuanya buat kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya ukhti, hatiku sakit banget baca ini. Aku juga pernah ngalamin hal yang mirip waktu seumuranmu dulu. Tindik hidung itu sebenarnya nggak haram, banyak ulama bilang itu boleh. Keluargamu cuma lebay aja reaksinya. Fokus aja sama hubunganmu sama Allah, Dia pasti bakal bukain jalan buat kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Hei kak, jujur ya, keluargamu keliatannya keras banget sama kamu. Kamu nggak ngelakuin kesalahan apa-apa kok. Mungkin coba ngobrol santai aja sama ibumu tentang gimana perasaanmu? Tapi kalau dia nggak dengerin, yaudah jaga ketenangan batinmu aja. Urusan agamamu itu milikmu sendiri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, sedih banget ya kalau keluarga pakai agama buat ngontrol atau bikin kita merasa bersalah. Kamu masih salat aja udah nunjukin iman kamu, lho. Tindik hidung tuh cuma urusan budaya doang, bukan tanda-tanda keluar dari Islam. Tetap kuat ya, Mbak. Cari ketenangan di Al-Quran aja.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar