Salam - Musim Diriyah Merayakan Akar dan Warisan Kita
Assalamu alaikum - Musim Diriyah, dengan tema “Ezek we Malfak” (Kemuliaan dan Perlindunganmu), dimulai pada hari Kamis di tepi Wadi Safar di barat Diriyah. Tema ini menghormati peran asli Diriyah sebagai tempat lahir negara Saudi pertama dan pusat penting kebudayaan serta sejarah.
Acara pembukaan yang diselenggarakan oleh Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah dan dihadiri oleh Pangeran Fahd bin Saad bin Abdullah bin Turki serta banyak tamu budaya dan media, mencakup pertunjukan seni yang menyoroti makna “Al-Awja,” tempat yang erat kaitannya dengan sejarah dan ingatan nasional Diriyah.
Melalui pencahayaan, drone, dan visual, sebuah acara bernama “I Am Al-Awja” melacak kisah Wadi Hanifa dari asal-usulnya hingga hari ini, memikat para hadirin. Pemenang program “Rawi Al-Diriyah,” Tamim Al-Harthi dan Bader Al-Harbi, ikut tampil dengan sebuah karya interaktif yang menunjukkan kedalaman hubungan orang-orang Saudi dengan warisan Diriyah.
Program ini memadukan segmen teater dan musik dengan lagu-lagu nasional serta seni tradisional seperti Ardah dan Samri, menampilkan para pemuda dan pemudi dalam perayaan yang mencerminkan keragaman seni rakyat Najdi.
“Al-Awja,” yang terkait dengan tikungan Wadi Hanifa tempat Diriyah tumbuh, telah menjadi simbol kebanggaan, kemurahan hati, dan kesetiaan bagi keluarga kerajaan dan masyarakat lokal. Ahlam Al-Thunayan, direktur Musim Diriyah, mengatakan bahwa musim ini bertujuan untuk merayakan sejarah, nilai, dan budaya Diriyah dengan cara kreatif yang mencerminkan kebanggaan orang Saudi terhadap akar mereka dan memperbarui ikatan dengan warisan nasional.
Musim ini menawarkan lebih dari 10 program berbeda selama 120 hari, menggabungkan acara budaya, seni, dan sejarah di distrik bersejarah Diriyah. Sorotan termasuk “Hal Al-Qusour” di Al-Turaif, yang membuka beberapa istana bersejarah untuk pengunjung untuk pertama kalinya; program “Teen” yang menampilkan arsitektur Najdi yang otentik; Festival Novel Diriyah di Al-Bujairi; dan “Malam Diriyah,” yang menggabungkan tradisi kuliner dan restoran internasional di Al-Muraih.
Al-Tawali menyelenggarakan Pasar Musim yang menghadirkan suasana souk bersejarah, dengan seni, musik, kerajinan, lokakarya, dan aktivitas keluarga di Al-Dhuwairah, ditambah pengalaman perhotelan yang menghadap Wadi Safar.
Otoritas Pengembangan Gerbang Diriyah mengatakan akan menerapkan keberlanjutan budaya sepanjang musim dengan melibatkan komunitas lokal, memberdayakan bakat dan pengrajin Saudi, serta membentuk kemitraan internasional yang mendukung pariwisata budaya.
Musim ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat peran Diriyah sebagai tempat lahir negara Saudi dan pusat kehidupan budaya yang berkelanjutan, mendukung visi Saudi 2030 untuk menjadikan budaya dan pariwisata sebagai pilar pembangunan berkelanjutan dan ekonomi kreatif.
Nasser Al-Gharbi mencatat bahwa musim ini adalah contoh positif dari budaya yang terhubung dengan ekonomi komunitas, membantu keluarga dan pengrajin memamerkan produk mereka dengan cara yang menciptakan peluang berkelanjutan. Dr. Abdulmohsen Al-Sheikh menekankan bahwa ekonomi regional lokal adalah fondasi dari ekonomi nasional, mendukung pekerjaan, pendapatan, dan pembangunan yang seimbang di seluruh Kerajaan.
Talal Al-Sharhan dari Asosiasi Duta Warisan mengatakan bahwa musim ini menggabungkan tradisi dan inovasi modern sekaligus mendorong generasi baru untuk melestarikan dan mempromosikan warisan kita.
Semoga Allah memberkahi usaha kita untuk menghormati sejarah dan memperkuat komunitas kita. Ramadan kareem untuk semua yang merayakan.
https://www.arabnews.com/node/