Sebagai Penganut Kristus, Hati Saya Tergerak untuk Keluarga Muslim Saya
Salam semuanya. Semoga kalian semua dalam keadaan baik, insya'Allah. Saya hanya perlu meluapkan isi hati ini. Belakangan, ini terus membebani pikiran saya betapa seringnya orang-orang dari kedua agama kita berdebat tentang apa yang ada dalam Kitab Suci masing-masing, berusaha meruntuhkan keyakinan satu sama lain. Tapi ketika saya benar-benar merenung-melihat ajaran Yesus (semoga kesejahteraan atasnya) dan rukun Islam-bagaimana mungkin ada yang melihat pihak lain sebagai musuh? Kita sama-sama memberi salam dengan "assalamu'alaikum" dan membalas "wa'alaikumussalam." Kita percaya pada satu Tuhan, Tuhan Ibrahim. Kita percaya pada Isa Al-Masih. Meskipun saya pernah diminta untuk menyederhanakan alasan saya memegang keyakinan tertentu, di lubuk hati, saya merasa Sang Mahakuasa melampaui pemahaman penuh kita-abadi, Mahakuasa, melampaui waktu. Tapi di sini kita, berdebat tentang detail. Saya memandang Muslim sebagai pengikut sejati Yesus (semoga kesejahteraan atasnya), karena mereka menantikan kembalinya, dan saya rupa untuk dipeluk sebagai sesama penganut Tuhan Yang Esa. Saya mungkin tak begitu akrab dengan Nabi Muhammad (semoga kesejahteraan atasnya), tapi saya mengenal Yesus (semoga kesejahteraan atasnya), dan saya berusaha sebaik mungkin. Saya punya harapan besar bagi kemanusiaan dan masa depan kita. Insya'Allah, suatu hari kita semua akan bersatu dalam Kerajaan Allah yang sejati. Saya membagikan ini karena saya tahu banyak Kristen sungguh-sungguh peduli pada saudara dan saudari seiman mereka. Negativitas yang dipegang sebagian orang tak berarti bagi saya-yang mengisi hati saya dengan sukacita adalah berbicara dengan Muslim tentang keyakinan kita dan menyadari betapa dekatnya kita sesungguhnya. Saya tak mengaku tahu kehendak Tuhan, tapi saya telah membaca Al-Quran dan menemukannya sangat indah. Mungkin saya keliru dalam beberapa pandangan saya, tapi saya merasakan kehadiran Tuhan dalam doa-doa saya. Mungkin tak ada dari kita yang sepenuhnya benar, tapi Allah adalah Al-Ghafur, Ar-Rahim-Maha Pengampun, Maha Penyayang. Saya percaya kita akan dihakimi berdasarkan apa yang ada dalam hati dan jiwa kita. Dengan semua perpecahan di dunia hari ini, saya hanya ingin menyebarkan sedikit cinta dan cahaya. Semoga Allah memberkati dan membimbing kalian semua.