Tolong Doakan Aku, Aku Benar-Benar Sedang Berjuang
Sudah sekitar lima bulan sejak aku mulai berurusan sama OCD parah, bukan waswas biasa, tapi yang klinis. Sebelum ini, aku baik-baik aja, Alhamdulillah. Lama-lama, aku sempat ngerasain momen tenang, tapi OCD-nya nggak pernah benar-benar hilang dan terus membebani pikiran. Aku kira aku mulai membaik, bisa terus maju, tapi sekarang rasanya aku kehilangan kendali atas pikiranku sendiri. Makan, tidur, bahkan rutinitas harian jadi susah banget. Aku berjuang melawan kesedihan yang dalam dan kecemasan yang mengerikan. Sebagai muslimah, aku dulu suka hal-hal simpel kayak baju bagus, tas, belanja-pokoknya kesenangan cewek yang wajar. Tapi sekarang aku nggak ngerasain apa-apa. Nggak ada gairah, cuma mati rasa. Aku masih sholat lima waktu dan nyoba bangun buat Tahajud. Aku banyak istighfar di hari Arafah, dan anehnya, OCD-ku malah makin parah setelah itu. Aku nggak yakin ini pertanda apa. Aku bener-bener normal sebelum semua ini. Aku nggak tahu apa yang Allah tulis buatku. Aku takut, tapi di sisi lain aku percaya sama Dia. Selasa ini aku mau ketemu psikiater dan jujur, aku takut banget, terutama soal obatnya. Aku sadar aku nggak berfungsi dengan baik, jadi pilihanku sedikit. Aku takut efek samping dan segala macamnya. Aku tahu semuanya di tangan Allah dan Dia yang menghendaki ini, tapi aku takut banget-takut, takut banget. Aku tahu ini OCD-ku yang ngomong, tapi aku nggak bisa ngilangin rasa takut ini. Ibuku agak kesal sama aku, dia pikir aku biarin ini sampai separah ini. Tetap Alhamdulillah, dia yang nanggung biaya pengobatanku, meskipun aku bisa ngerasain kemarahan yang dia sembunyiin. Aku ngerasa jadi beban buat semua orang. Aku kangen diriku yang dulu-yang normal dan bisa nyelesain banyak hal. Aku tahu kita hadapi cobaan demi pahala dan Jannah, tapi pikiranku lagi berkabut. Aku masih berdoa, masih bangun Tahajud, dan ketemu psikiater rasanya jadi jalan terakhir. Aku nggak tahu apa yang ada di depan. Tolong, aku mohon, doakan kesehatan mentalku. Doakan biar aku bisa bahagia lagi, biar aku bisa hadir lagi. Ini ngaruh ke ibadahku dan aku ngerasa bersalah setiap hari. Aku baca doa Ruqyah tiap malam dan itu sedikit menenangkan, tapi ketakutan nggak ada kelegaan menghantuiku. Aku benci banget sama ini. Tolong, aku putus asa-jagain aku dalam doa-doa kalian.