Diterjemahkan otomatis

Berencana Menikah Tahun Depan, Tapi Kesulitan Mengatakannya pada Ayah

Alhamdulillah, aku sudah bertemu dengan seorang akhwat yang luar biasa, dan kami berdua merasa diberkati karena telah menemukan satu sama lain. In Sha Allah, kami berencana untuk melangsungkan nikkah tahun depan. Dia sudah bicara dengan ibunya, dan aku juga sudah bicara dengan ibuku. Satu-satunya orang yang tersisa adalah ayahku, dan jujur saja, itulah bagian yang paling membuatku gugup. Saat ini, kondisi rumahku sedang sulit-ibuku belum pulih kesehatannya, dan ayahku sedang banyak tekanan karenanya. Aku tidak mau menambah beban, jadi aku terus menunda-nunda percakapan itu, tapi beban ini sungguh membebaniku di hati. Hal lain yang selalu terlintas di pikiranku adalah interaksi kami saat ini. Kami belum resmi berpacaran, tapi kami memang berbicara, berbagi perasaan, dan kadang saling mengucapkan 'aku cinta kamu'. Ini membuatku khawatir kalau-kalau hal ini tidak sepenuhnya halal, dan aku sangat ingin menghindari apapun yang bertentangan dengan agama kita. Aku sangat peduli padanya dan menghormatinya, dan aku tidak mau segalanya jadi salah karena kami tidak menanganinya dengan cara yang benar. Aku serba salah antara ingin menjaga ikatan kami tetap kuat dan memastikan kami melakukan segalanya dengan cara yang benar dan halal. Ibu-ibu kami sudah tahu, bahkan saudara-saudara kami juga sudah aware, tapi memberitahu ayahku terasa seperti langkah terbesar. Aku hanya tidak yakin bagaimana atau kapan membicarakannya, apalagi dengan segala hal yang terjadi di rumah. Aku ingin melakukan ini dengan penuh hormat pada orangtuaku, agamaku, dan masa depan kami, tapi aku merasa kewalahan dan tidak yakin apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ada saran tentang cara mendekati ayahku?

+45

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Perasaan yang menekan di hati itu nyata. Cobalah berdoa dan pilih momen yang tenang untuk duduk bersama dia, hanya kalian berdua. Dia menginginkan yang terbaik untukmu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Pernah mengalami hal yang mirip. Jujur aja, langsung lepasin plesternya saja. Lega yang dirasakan setelahnya sepadan kok.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar