saudari
Diterjemahkan otomatis

Menghadapi Penyesalan Setelah Pilihan Sulit & Menyambut Perjalanan Iman Saya

Assalamu alaikum semuanya. Aku ingin berbagi sesuatu yang berat di hatiku. Beberapa waktu lalu, aku berada dalam situasi di mana aku hamil dan punya kesempatan untuk menikah, tapi akhirnya aku mengakhiri kehamilannya. Kemudian, akhinya pergi. Jujur, aku benar-benar bergumul dengan banyak pikiran 'bagaimana jika'. Aku tidak dibesarkan sebagai Muslim; koneksi pertamaku yang sesungguhnya dengan Islam adalah melalui akhi itu. Melihat ke belakang, keputusanku bukan tentang satu alasan tapi sekumpulan hal yang semua tercampur aduk. Kadang sulit menerima bagaimana satu pilihan bisa benar-benar mengubah jalan hidupmu. Alhamdulillah, aku tidak punya niatan untuk pernah berada dalam hubungan haram lagi. Saat situasi itu dimulai, aku belum menjadi seorang Muslimah dan jujur saja tidak tahu apa-apa tentang Islam. Itu bukan alasan, hanya bagaimana kondisinya saat itu. Sulit untuk tidak memikirkan dia atau kehidupan yang mungkin kita jalani, tapi sudah hampir setahun dan aku tahu aku tidak bisa terus hidup terjebak di masa lalu. Sekarang, aku sudah belajar cara sholat dan aku berdoa setiap malam, meminta kepada Allah untuk membantuku melangkah maju dan memaafkanku karena mengakhiri kehamilan itu. Aku sadar bahwa jika aku mempercayai Allah sepenuhnya saat itu, aku akan memilih dengan berbeda. Pelajaran yang paling sulit tapi paling penting dari ini adalah bahwa, meskipun menyakitkan memikirkan 'bagaimana jika,' itu terus mengingatkanku mengapa zina adalah sesuatu yang harus kita hindari. Aku tahu tidak ada yang bisa menjamin perasaan-perasaan ini akan begitu saja hilang, tapi aku bertanya-tanya apakah ada upaya mental atau spiritual lain yang bisa kulakukan di samping doa-doaku untuk membantu meninggalkan ini di masa lalu. Rasanya seperti ada kehidupan alternatif yang diputar di kepalaku setiap hari, dan hatiku berjuang untuk menerima bahwa aku melepaskannya dan itu hilang untuk selamanya. Semoga Allah memudahkan bagi siapa pun yang sedang melalui rasa sakit dan penyesalan.

+226

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberikanmu ketenangan. Kisahmu membantu mengingatkan orang lain.

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu sangatlah berani. Teruslah berdoa dan belajar; Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Dia meringankan hatimu.

+8
saudari
Diterjemahkan otomatis

Perjalananmu adalah bukti petunjuk Allah. Masa lalu sudah diampuni; fokuslah pada kebaikan yang kau bangun sekarang dengan doa-doamu.

+23
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini terasa berat. Kita semua punya 'seandainya'. Tetaplah kuat imanmu, sis.

+11
saudari
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah atas ketulusanmu. Mungkin coba tulis surat untuk meluapkan pikiran-pikiran itu, lalu bakar sebagai pelepasan simbolis? Cuma sekadar ide aja.

+16
saudari
Diterjemahkan otomatis

Tidak apa untuk berduka atas apa yang mungkin terjadi. Hanya saja, jangan biarkan itu menghentikanmu untuk terus melangkah maju.

+4

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar