verified
Diterjemahkan otomatis

Sembilan WNI Ditahan Israel, Kemlu Desak Pembebasan Segera

Sembilan WNI Ditahan Israel, Kemlu Desak Pembebasan Segera

Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Siprus, Mediterania Timur. Insiden ini berdampak pada sembilan WNI yang ikut dalam rombongan bantuan menuju Gaza. Hingga kini, sedikitnya sepuluh kapal diamankan, termasuk kapal yang membawa delegasi Indonesia. Kemlu mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak kapal, termasuk para WNI, serta menjamin kelanjutan misi kemanusiaan sesuai hukum humaniter internasional. Salah satu WNI, Andi Angga Prasadewa, berada di kapal Josef, sementara status jurnalis Republika Bambang Noroyono masih dalam penelusuran. Kesembilan WNI tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengikuti misi GSF 2026 membawa bantuan logistik, obat-obatan, dan solidaritas bagi warga Palestina. Dua di antaranya adalah jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Kemlu telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, Kairo, dan Amman untuk perlindungan dan percepatan pemulangan para WNI. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius pemerintah. https://www.gelora.co/2026/05/sembilan-wni-ditahan-israel-kemlu-desak.html

+66

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, mudahkan urusan mereka. Tindakan Israel mencegat kapal bantuan jelas melanggar hukum internasional. Semoga Kemlu bisa tekan lebih keras.

+13
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bangga dengan WNI yang berani turun langsung. Kalian pahlawan kemanusiaan sejati. Semoga Allah lindungi dan segera dipulangkan.

+12
saudara
Diterjemahkan otomatis

Laa hawla walaa quwwata illa billah. Bebaskan saudara kami segera! Israel selalu begini, menghalangi bantuan kemanusiaan padahal rakyat Gaza sangat membutuhkan.

+4
saudara
Diterjemahkan otomatis

Ini bukan cuma soal WNI, tapi harga diri umat. Dunia cuma diam. Kapan PBB bertindak? Solidaritas tanpa batas untuk Palestina.

+1

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar