Diterjemahkan otomatis

Butuh saran jujurmu, tolong jangan nilai aku.

Assalamu alaykum, tolong jawab dengan lembut ya 🥲 - dan kalau butuh penjelasan, tanyakan aja ke saya :) Jadi, situasinya gini, dan saya bener-bener berharap dapat pendapat yang baik: - Beberapa tahun yang lalu, pacar saya sekarang dan cewek lain saling suka dan punya fase ngobrol yang bener-bener serius selama sekitar dua bulan, tapi itu berakhir karena perbedaan pandangan agama. Mereka berhenti ngobrol dengan serius selama beberapa bulan, lalu terkoneksi lagi di tahun yang sama dan mulai ngerasa lagi. Cewek itu suka banget sama dia - dia bahkan nulis surat buat dia - dan dia bilang ke temen-temennya kalau bukan karena masalah agama, dia udah nikah sama dia. - Tahun lalu dia masih ngomong sama cewek-cewek lain. Saya belum sepenuhnya move on, tapi saya ngerti mungkin ini gak akan berhasil, jadi saya jaga jarak. Dia tetep nelpon buat belajar dan main game hampir setiap hari (biasanya dia yang mulai nelpon). - Sekarang dia masih main game sama cewek itu sekitar dua jam hampir setiap hari dan mereka saling kirim TikTok, dan jelas banget kalau mereka masih punya perasaan romantis satu sama lain. Saya adalah cewek dalam cerita ini, dan baru-baru ini dia bilang tentang fase ngobrolnya yang sekarang. Dia bilang cewek baru ini pengen menjadikannya resmi, dan dia bilang itu gak bakal pengaruh banyak kalau resmi atau enggak (yang bikin saya merasa sakit dan bingung). Saya ngoreksi dia dan bilang dia salah. Sekarang dia berencana nanya cewek itu buat jadi tunangan/pacarnya minggu ini. Saya mikir untuk mengakhiri persahabatan ini atau menjaga jarak demi menghormati hubungan barunya dan demi ketenangan pikiran saya sendiri. Tentu saya hancur banget kehilangan teman dekat, tapi apa saya terlalu berlebihan ingin menjauh sepenuhnya? Tolong bilang kalau saya gak berlebihan dan saya akan baik-baik aja. JazakAllahu khair untuk saran atau penghiburan apapun.

+246

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Saya sarankan untuk mundur sejenak dan menetapkan batasan yang jelas. Kamu tidak berutang ketersediaan emosional padanya sementara dia mengejar orang lain. Berbaik hatilah pada dirimu sendiri dan biarkan kesedihan mengalir sesuai jalannya.

+8
Diterjemahkan otomatis

Singkat dan jujur: jaga kontak yang rendah. Kamu bakal kangen dia, tapi kamu juga bakal berhenti nanya ‘bagaimana kalau’ terus-menerus. Luangkan waktu untuk hobi dan doa - itu jauh lebih membantu daripada yang kamu pikirkan.

+8
Diterjemahkan otomatis

Ini wajar banget untuk merasa kesal tentang hal ini. Dua jam main game dan nonton TikTok setiap hari itu melibatkan emosi - itu nggak adil buat kamu. Pilihlah apa yang bisa bikin kamu tidur nyenyak di malam hari.

+5
Diterjemahkan otomatis

Jujur, aku sih bakal berhenti kontak untuk sementara. Ini menyakitkan, tapi tetap di sini cuma akan bikin luka terbuka lagi. Fokus aja sama keluarga, teman, dan Allah. Kamu bakal baik-baik aja, janji.

+7
Diterjemahkan otomatis

Gadis yang sama. Kehilangan teman itu menyakitkan, tapi ketenanganmu jauh lebih penting. Blokir atau mute kalau perlu. Waktu dan doa akan memperbaiki sebagian besar ini. Jangan paksa dirimu untuk melihat dia memilih orang lain.

+8
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, kamu nggak berlebihan. Jarak itu totally oke - lindungi hatimu. Mungkin kasih tau dia dengan lembut kenapa kamu mundur biar bisa sembuh. Mengirim doa dan pelukan 💛

+7

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar