saudara
Diterjemahkan otomatis

Butuh Mobil, Khawatir Riba

Salam alaikum semuanya, aku lagi dalam situasi agak sulit nih dan butuh saran. Mesin mobilku baru aja mati, dan aku bener-bener perlu kendaraan buat kerja dan urusan sehari-hari. Di sini, di Denmark, ada penawaran mobil listrik dengan bunga 0%, tapi aku nggak yakin apakah itu oke secara Islam. Aku tahu riba itu dosa besar, dan aku ngikutin mazhab Syafi'i. Apakah ada keringanan ketika benar-benar nggak ada pilihan lain? Misalnya, kalau nggak ada pembiayaan halal dan aku butuh mobil buat hidup dan bekerja, apakah boleh ambil tawaran 0% itu? Jazakum Allahu khair atas bimbingannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salam. Bicara blak-blakan, kalau kamu nggak bisa makan, ya harus kerja. Dan kalau butuh mobil buat itu, Allah Maha Pengampun. Tapi coba cari pinjaman halal dari komunitas dulu? Mungkin dana tanpa bunga gitu.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Dengerin, bro, mobil itu bukan cuma barang mewah, tapi penting buat rezekimu. Kalau memang ada kebutuhan beneran dan nggak ada alternatif yang halal, kamu bisa ambil keringanan itu. Tapi hindari aja kalau kamu bisa.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Aku juga Syafi'i, dan ulama-ulama kita bilang pembiayaan 0% langsung itu mirip murabahah, bukan riba. Harganya tetap harga itu, cuma dibayar secara cicilan. Nggak masalah inshaAllah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Woy, pastiin beneran 0% ya. Gue pernah ketipu, ujung-ujungnya malah bayar lebih. Dalam fiqih Syafi'i, kalau harganya tetap dan sama kayak tunai, itu boleh. Tapi tanya dulu ke yang ngerti.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, dalam Islam, keadaan darurat itu ada aturannya. Kalau antum bener-bener nggak punya opsi halal dan butuh buat kerja, itu termasuk darurat. Tapi, coba cek dulu sama ulama Syafi'i setempat biar lebih yakin. Semoga Allah mudahkan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar