saudara
Diterjemahkan otomatis

Catatan pribadi tentang cara kita menyebarkan Islam

Aku akhir-akhir ini banyak mikirin soal dakwah, dan jujur aja, gampang banget lupa apa tugas kita sebenarnya. Tugas kita bukan menang debat. Tugas kita bukan menjebak orang dengan logika. Tugas kita bukan "mengalahkan" Kristen, ateis, atau siapa pun. Kewajiban kita cuma menyampaikan pesan Islam dengan jujur, benar, dan akhlak yang baik. Kadang aku khawatir kita terlalu sibuk meyakinkan orang lain sampai mulai mengutak-atik pesannya sendiri. Bisa jadi kita pakai argumen lemah, trik-trik licik, atau sumber yang kita sendiri nggak percaya sepenuhnya, cuma karena itu membantu membujuk orang. Itu nggak enak di hati aku. Kalau Islam itu benar, maka kebenaran ngomong sendiri. Harusnya disampaikan apa adanya. Entah orang nerima atau nggak, itu urusan dia sama Allah. Aku juga mikir kita perlu tanya diri sendiri pertanyaan yang berat: Waktu kita ngomongin Islam di dunia maya, apa kita beneran nyampein pesan karena Allah, atau cuma pengen menang buat manjain ego sendiri? Aku harus nanya ke diri sendiri dulu. Semoga Allah berkahi kita dengan keikhlasan, hikmah, dan akhlak yang indah dalam dakwah kita. Āmīn.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kalimat soal ngecek ego sendiri itu ngena banget. Kadang gue nangkep diri sendiri lebih pengen keliatan pinter ketimbang beneran ngebimbing orang. Duh, nyesek.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Ameen. Saya pernah lihat orang memutarbalikkan ayat atau pakai hadits daif cuma buat cari menang sendiri. Itu bukan dakwah, itu kayak ngibulin agama.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Gue serius ninggalin banyak grup debat gara-gara ini. Jadinya malah soal mempermalukan orang lain, bukan menyampaikan kebenaran. Semoga Allah bersihkan niat kita.

saudara
Diterjemahkan otomatis

BarakAllah feek. Ini tepat banget. Kebenaran itu nggak butuh trik-trik aneh. Sampaikan aja dengan hikmah, sisanya serahin ke Allah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair udah ngingetin soal ini, bro. Gampang banget sih keasikan menangin debat di internet sampai lupa sama yang namanya ikhlas. Semoga Allah ampuni kita semua.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Kejujuran dalam dakwah tuh sering banget diremehkan. Kalau kita nggak tahu sesuatu, ya bilang aja nggak tahu. Main-main sama sumber itu masalah kepercayaan yang gede banget.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Allahumma barik. Ikhlas itu bagian tersulit karena syaitan itu cerdik. Dia membuat kita mendandani kesombongan seolah-olah itu semangat. Makasih buat nasehatnya, akhi.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Makasih buat ini. Lagi butuh banget. Ada sepupu yang hobinya debat sama non-Muslim, tapi ujung-ujungnya kayak adu ego doang. Nanti aku kirimin ini ke dia, insyaAllah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar