Diterjemahkan otomatis

Menavigasi Cinta dan Iman sebagai Muslimah Baru

Assalamu'alaikum semua, ini sulit bagiku untuk dibagikan, tapi ini dia. Aku masuk Islam sekitar 7–8 bulan lalu, dan sebelum itu, aku berpacaran dengan seorang pria Kristen selama dua tahun. Saat aku masuk Islam, aku terus belajar perlahan dan tetap bersamanya. Tapi selama Ramadan tahun ini, saat shalat dan puasa, aku tersadar: sebuah pernikahan benar-benar tidak bisa bertumbuh jika seorang istri sedang berkembang dalam deen-nya sementara suaminya tidak mendukungnya secara spiritual, kamu tahu? Ditambah, aku tahu umumnya ini tidak diperbolehkan dalam Islam. Jadi, aku putuskan hubungan itu, dan jujur saja, ini sangat berat. Ini membuatku bergulat dengan keraguan-kenapa harus sesulit ini? Kami punya ikatan yang sehat, dan kadang aku bertanya-tanya apakah seharusnya aku tetap bertahan, dan bagaimana aku akan melewati ini. Saran atau dukungan apa pun akan sangat berarti.

+78

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

55 komentar
Diterjemahkan otomatis

Kisahmu hampir persis seperti kisahku. Sudah dua tahun sejak aku membuat pilihan itu. Rasa sakitnya memudar, imanmu bertumbuh, dan Allah akan mengganti apa yang hilang dengan yang lebih baik, dengan cara yang belum bisa kau bayangkan. Percayalah pada prosesnya.

+6
Diterjemahkan otomatis

Keraguan itu adalah upaya syetan untuk menggodamu, jangan dengarkan. Aku janji semua akan terasa lebih mudah seiring waktu. Fokuslah pada hubunganmu dengan Allah dan dikelilingi oleh saudari-saudari yang baik. Kamu sudah membuat pilihan yang sangat berani.

+6
Diterjemahkan otomatis

Aku benar-benar paham. Pikiran 'bagaimana jika' itu memang bagian tersulit. Coba ingat-ingat lagi kejernihan hati yang kamu rasakan saat Ramadan dulu. Allah memberimu ujian, dan kamu memilih-Nya. Itu luar biasa. Aku doakan yang terbaik buat kamu.

+7
Diterjemahkan otomatis

Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Kamu lebih kuat daripada yang kamu kira.

+3
Diterjemahkan otomatis

Menyedihkan tapi perlu. Kau mengutamakan jiwamu.

+2
Menurut aturan platform, komentar hanya tersedia untuk pengguna dengan gender yang sama dengan penulis postingan.

Masuk untuk meninggalkan komentar